Thursday, May 29, 2008

Tipe Wanita dari Sudut Pandang Orang IT


World Computer Scientist Journal pernah mengadakan survey terhadap para computer scientist tentang bagaimana cara mereka memandang wanita. Hasilnya adalah sebagai berikut:

1. Tipe Intel Pentium Dual Core
Pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakan banyak hal, (misalnya saja diam-diam sudah "berisi" 7 bulan).

2. Tipe AMD Athlon / Duron
Badan besar dan kekar, mampu bekerja di tempat kotor, berhari-hari tanpa istirahat.

3. Tipe LCD Monitor
Genit, senangnya diperhatikan dan suka pamer.

4. Tipe Keyboard
Senang dipegang, ditekan dan dipencet di berbagai lokasi.

5. Tipe Printer Dot Matrix
Aktif, ditekan sedikit, geraknya banyak, kalau dipakai berisiknya minta ampun.

6. Tipe Mouse
Pas dan enak di genggaman.

7. Tipe Windows XP
Luarnya bagus, tapi penyakitan, gampang kena virus

8. Tipe Linux
Tampak luar jelek, dalamnya 'handal'

9. Tipe Macintosh
Luar dalam bisa dihandalkan.

10. Tipe DOS
Wajah tidak cantik, hati juga tidak baik.

11. Tipe UNIX
Diam-diam multi user.

12. Tipe Windows Server
Multi user, previlleges dan bisa customized, namun tetap penyakitan, gampang kena virus.

Tuesday, May 27, 2008

Masa Lalu Orang-Orang Ternama

  • Leon Uris, pengarang buku terlaris "Exodus" pernah gagal dalam ujian Bahasa Inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.
  • Auguste Rodin seniman patung legendaris dengan karyanya yang terkenal "The Thinker", pernah 3 kali gagal masuk sekolah seni.
  • Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar.
  • Leo Tolstoy, sastrawan Rusia ternama, penggarang buku ''War and Peace'' pernah di keluarkan dari akademi.
  • Guru Thomas Edison pernah mengatakan bahwa Thomas terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.
  • Walt Disney pernah di pecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.
  • John Grisham pengarang buku-buku laris yang menjadi film-film terkenal; "The Firm", "The Client", "Pelican Brief" saat menulis buku pertamanya dan menawarkan ke penerbit, 25 kali ditolak.
  • Franklin D. Roosevelt sering berkonsultasi dengan astrologis, memiliki dua orang istri muda, perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.
  • Winston Churchill pernah dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun sore dan tidak pernah bangun pagi, pernah menggunakan narkoba, di waktu kuliah dan minum wiski setiap sore.
  • Adolf Hitler itu vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh di luar perkawinan.
  • Semasa hidupnya Vincent Van Gogh hanya 1 karyanya saja yang laku terjual.

Sunday, May 25, 2008

Pornografi & Hipokritas Masyarakat



Dalam sejarah, bisa dikatakan profesi yang paling tua di dunia adalah pelacuran. Di kota Korintius, pada masa Yunani kuno beberapa abad sebelum masehi, pelacuran adalah industri utama kota itu. Lebih dari 1.000 wanita bekerja sebagai pelacur di kuil Aphrodite yang terletak di kota Porne. Tidak heran kota itu menjadi tujuan utama tempat hiburan para pelaut di masa itu. Di kemudian hari, kata Porne itu sendiri berarti pelacur dalam bahasa Yunani, dan dari kata inilah kita mengenal istilah Pornografi, yang berarti "gambar/tulisan pelacur".

Hugh Marston Heffner, anak muda kelahiran Chicago Illinois 9 April 1926 memutar otak untuk memaparkan fenomena life style pada masanya. 'Hef', begitu nama panggilan akrabnya sejak belia, berpikir perang telah merampas segalanya, dari peradaban hingga nilai-nilai dalam masyarakat itu sendiri. Selepas menjalani wajib militer pada Perang Dunia I, Hef bergonta-ganti kerja, sampai kemudian ia mengolah otak dan berpikir keras meracik sebuah majalah yang diisi dengan menu tulisan-tulisan bermutu dibumbui dengan foto-foto bugil. Majalah Playboy, terbit pertama kali bulan Desember 1953 dengan artikel-artikel menarik, salah satunya adalah dari Sir Arthur Conan Doyle (Sherlock Holmes) dan foto-foto bugil Marylin Monroe sebagai 'Sweetheart of the Month'. Namun, Hef tidak mencantumkan tanggal penerbitan di majalahnya yaitu Desember 1953. Kala itu Hef tidak begitu yakin ia dapat memproduksi lagi penerbitan selanjutnya karena ia berspekulasi bahwa apakah dengan foto bugil di majalahnya dapat membuat Playboy laku di pasaran.

Di luar dugaan, pada pemunculan edisi perdana Playboy justru mendapatkan keterkejutan banyak kalangan. Materi foto bugil Playboy mengundang kontroversi karena dinilai berbeda dengan majalah-majalah yang pernah ada sebelumnya. Dengan cepat, kontroversi ini justru menjadikan Playboy makin terkenal dan membuat orang penasaran ingin mendapatkannya.

Beberapa tahun berselang, tahun 1972 muncul film biru pertama, Deep Throat. Film yang dibintangi oleh Linda Lovelace ini laris bak kacang goreng. Film porno pertama ini menginspirasikan film-film serupa bertumbuhan dan bintang-bintang baru bermunculan. Sebut macam Marilyn Chambers (Behind the Green Door), Gloria Leonard (The Opening of Misty Beethoven), Georgina Spelvin (The Devil in Miss Jones), dan Bambi Woods (Debbie Does Dallas).

Di era keemasan pornografi tahun 80-an, di tahun 1984 Steve Hirsch, Yahudi asal Van Nuys, California mendirikan Vivid Entertainment dengan modal awal 20.000 Dolar AS. Kini dari Vivid Entertainment Hirsch menangguk untung besar. Tak kurang dari 100 juta Dolar AS pendapatan dari industri pornografi terbesar di dunia ini. Selain menjadi CEO dari Vivid Entertainment, Hirsch juga menjadi dosen ilmu-ilmu bisnis di USC Business School, California.

Bagaimana dengan bintang-bintang Vivid lainnya?

Beberapa di antaranya adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi.
  • John Stagliano, aktor gaek kelahiran Chicago, 29 November 1951 ini lulusan Ekonomi dari UCLA. Awalnya berniat menjadi ekonom, namun malah menggeluti industri film porno hingga dinyatakan terjangkit HIV tahun 1997.
  • Nina Hartley, aktris gaek kelahiran Berkley, California, 11 Maret 1959 mempunyai gelar doktor di bidang ilmu-ilmu Humaniora dengan thesisnya "Porn can Change the World" dari San Francisco State University.
  • Asia Carrera, aktris campuran Jepang-Amerika kelahiran New York, 6 Agustus 1973 ini mendapat beasiswa dari Rutgers University untuk 2 bidang, Bisnis dan sastra Jepang.

Luqman Hakim
November 1999

Tulisan lama yang nggak pernah selesai, pornografi berkembang terus dan hipokritas masyarakat terus bertambah hingga sulit mencari benang merah yang tak pernah ada untuk menyelesaikan tulisan ini.

Monday, May 12, 2008

Hari Ini 10 Tahun yang Lalu


Refleksi Tragedi Kerusuhan 13 Mei 1998.
Potret buruk cermin dibelah bangsa ini. Sidang Umum MPR tanggal 1 - 11 Maret 1998 menetapkan Suharto (lagi-lagi) sebagai Presiden RI yang ketujuh kali periode, masyarakat kecewa. Bakin sudah mengingatkan bahwa kebijakan yang sangat tidak populer mengangkat Suharto kembali menjadi presiden. Pun, timbul kekecewaan massal dipicu dengan diangkatnya Siti Hardiyanti, anak pertama dari Jendral bintang lima ini menjadi Menteri Sosial.

Demonstrasi menuntut mundurnya Suharto merebak di mana-mana. Pemerintah tak ambil pusing, mahasiswa pun lebih tak ambil pusing. Momentum ini pun pecah pada hari Selasa, 12 Mei 1998 dan menjadi pemicu makin ganasnya mahasiswa menuntut demonstrasi. Di hari itu, 4 nyawa mahasiswa Trisakti melayang Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie dan Heri Hartanto tertembak oleh peluru yang dimuntahkan senjata aparat keamanan ke dalam kampus alih-alih untuk menertibkan demonstrasi.

Masyarakat makin berang dan kecewa. Pemerintah tak mau lagi memikirkan kondisi rakyatnya. Di hari ini, 10 tahun yang lalu, adalah momentum di mana Hari Penjarahan Nasional. Keresahan masyarakat dipicu oleh kondisi ekonomi yang morat-marit akibat resesi ekonomi global membuat bangsa yang (katanya) bangsa baik hati dan murah senyum ini merampok dari si kaya. Pasar swalayan habis dijarah, setelah itu dibakar. Bukan cuma itu, beberapa etnis Tionghoa pun menjadi sasaran keberangan sentimen ekonomi.

Di hari ini 10 tahun yang lalu, semua kantor, pasar dan segala kegiatan ekonomi tutup, tak ada yang beroperasi. Semua takut dijarah. Semua takut dibakar. Bisa dibayangkan, orang-orang dengan bangganya mengatakan bahwa di tempat anu, di tempat itu bisa membawa pulang barang-barang bagus untuk dibawa pulang ke rumah.

“Eh, di situ ada barang-barang yang bagus! Mau baju? Mau barang elektronik? Tinggal ambil aja!”
Dan barang-barang itu adalah milih Department Store yang dijarah. Setelah habis barang, toko itu dibakar.

Bagi mereka yang bermata sipit, ketakutan mereka menghantui di hari ini. Bukan cuma di jalan, di rumah pun mereka tak aman. Begitu tahu rumah itu adalah milik etnis Tionghoa, habis tempat kediaman itu dilempari bom molotov dan dibakar. Tak heran untuk mengelabui masyarakat, di depan rumah dan toko-toko mereka ditulis, “Milik Haji, Pribumi”.

Bisa dibayangkan betapa pedihnya di hari ini, kita, bangsa Indonesia 10 tahun yang lalu. Refleksi menuntut reformasi yang digaungkan para mahasiswa kala itu hanya jadi bahan onani siapapun hingga kini.

Siapa sih yang mau reformasi?

Siapa sih yang mau berubah?

Siapa sih yang mau bangsa ini keluar dari keterpurukan?

* * * * *

Mahasiswa mulai bergerak menduduki gedung MPR/DPR. Bisa dibayangkan gedung yang (harusnya) sangat memiliki wibawa di negeri ini, telah kehilangan martabatnya sejak hari ini, 10 tahun yang lalu. Gedung megah tempat para wakil rakyat berkumpul memikirkan kebijakan-kebijakan negeri ini berubah total menjadi tempat rekreasinya para demonstran. Setiap sudut gedung bebas untuk dijelajah! Grafiti tak luput di setiap tembok dan pintu gedung. Uniknya, membawa pacar dan bercengkrama memikirkan masalah-masalah kapan kuliah kelar pun dibawa di tempat ini.

Apa sebenarnya di diperjuangkan?

Ah! Demonstran yang bingung.

Hanya segelintir yang mengerti apa yang mereka perjuangkan.

Dan... Sejarah memang berulang.

Soe Hok Gie makin mati rasa ketika umur makin bertambah, beban menyelesaikan kuliah yang makin sarat, tanggung jawab ke orang tua yang selalu menunggu. Belum lagi teman-teman seperjuangan ketika meruntuhkan Rezim Orde Lama dilirik pemerintah untuk duduk bersama dan berkuasa.

Satu bait karya sastra filsuf Yunani yang sangat dipegang Soe Hok Gie adalah, “Keadaan terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua adalah mati muda. Yang tersial adalah berumur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."

Kritikan bagi mereka yang dulu berjuang memperjuangkan demokrasi dipaparkan dalam puisinya yang berjudul "Pesan"

Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran

Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi

Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?

Ah...
Sulit benar mencari cermin yang benar-benar tembus ke hati...

Catatan Akhir:
  • Untuk semua teman-temanku yang kini ada di Pemerintahan...
  • Untuk semua teman-teman yang dulu kukenal dan kini tengah memperjuangkan nasib kita semua...
  • Untuk semua teman-teman yang pernah kutahu paling keras suaranya di jalanan, yang kini tengah memperjuangkan rakyat dengan menaikkan harga BBM, memperjuangkan makin melangitnya harga-harga yang tak terjangkau kantong kami....
Salam sayang buat kalian semua...



Luqman Hakim
Orang Biasa
13 Mei 2008

Friday, April 25, 2008

Seperti Apa Pasangan Idealmu?


Suatu waktu, seorang teman curhat pada saya, "Duh Man, kalo aja guwe punya istri yang cantiknya kayak Miyabi, tapi setianya kayak Siti Khadijah dan pendamping yang ideal serta teman diskusi yang handal kayak Fatimah Az-Zahra, pasti guwe akan mencintainya sepenuh hati..."

Saya cuma tersenyum mendengar penuturannya. Ada terbersit pikiran yang tak biasa, di usia kepala 3 teman saya ini masih saja melajang karena terlampau memilih pasangan. Pun dalam memilih ia selalu membuat pengandaian yang aneh-aneh. Mengandai-andaikan sesuatu dari konotasi yang saling bertolak-belakang dan carut-marut.

Salah seorang teman yang taat beragama justru marah mendengarnya mengutarakan keinginan itu. "Nggak bakalan bisa segala sesuatu yang saling berbeda itu elo campur-baur dalam keinginan yang mustahil. Tega bener elo ngegabungin karakter orang-orang yang dekat dengan Rasulullah sama bintang porno kayak Miyabi...!!!"

Bukan sok bijak (toh saya jauh dari bijak), saya melerainya dengan mengatakan bahwa keinginan itu cuma akan jadi sebatas keinginan. Berpikir kelewat jauh meninggalkan tatanan dan pola kesopanan berpikir itu hak semua orang. Cakrawala berpikir seseorang takkan pernah bisa dibelenggu dengan segala aturan apapun. Badan bisa saja terpenjara, tapi otak dan pikiran akan tetap terbang bebas menembus awan. Pikiran itu bisa seperti sampah, tak berguna bila dipikirkan. Namun sebaliknya, pikiran pula yang membawa manusia bisa sampai ke bulan dan menciptakan dunia seindah ini, bahkan juga serusak ini.

Saya hanya menceritakan sedikit cerita yang pernah saya baca dan untungnya cerita itu sangat-sangat saya ingat. Tapi sekali lagi keterbatasan mengingat sumber cerita ini yang membuat saya sulit menuliskan sumber cerita di bawah ini.

* * * * *

Bertahun-tahun lamanya seorang hamba meminta kepada Tuhan seorang pasangan. Seseorang yang mampu menjadi pendamping untuk menjalani fase-fase lanjut dari perjalanan hidupnya. Ia tidak hanya meminta seorang pasangan, bahkan ia mendeskripsikan pula seperti apa pasangan yang diinginkannya itu. Pasangan itu haruslah seseorang yang baik, lemah lembut, pemaaf, penuh damai, baik hati, pengertian, menyenangkan, hangat, cerdas, humoris dan dapat dipercaya.

Suatu malam di dalam doa ia merasa seolah-olah mendengar Tuhan sedang berbicara di hatinya, "Wahai HambaKu yang sedang berdoa, Aku tidak dapat memberikan apa yang kau inginkan".

Dengan sedikit kecewa karena tidak ditanggapi permintaannya ia pun bertanya, "Kenapa ya, Tuhanku?"

Tuhan menanggapi, "Karena Aku adalah Tuhan Yang Maha Adil dan Yang Maha Benar, maka semua yang Aku lakukan adalah adil dan benar."

Ia bertanya lagi, "Wahai Tuhanku, aku tidak mengerti mengapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku minta dariMu..."

Tuhan pun menjawab, "Akan Aku jelaskan..."
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagiKu untuk mengabulkan permintaanmu, karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan dirimu sendiri...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mendatangkan seseorang yang penuh cinta sedangkan hatimu masih sering dipenuhi oleh kebencian...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mempertemukanmu dengan seseorang yang peka sementara engkau sendiri masih bisa tidak peduli terhadap sesama...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku memberikanmu seseorang jodoh yang baik hatinya sedangkan engkau sendiri masih bisa bersikap kejam...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mengikat hatimu dengan seseorang yang pemaaf sementara engkau sendiri masih sering menyimpan dendam...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku meridhai hubunganmu dengan seseorang yang jujur sedangkan engkau sendiri masih dipenuhi dengan berbagai tipu muslihat...
Tuhan pun berkata lagi kepadanya, Daripada menghabiskan waktu untuk mencari ke segala penjuru seseorang yang engkau inginkan serta berharap Aku akan memberikannya, lebih baik manfaatkanlah waktu yang tersisa ini untuk membuat dirimu sendiri menjadi seseorang seperti yang engkau cari. Aku tidak akan dapat memberikan kepadamu sesuatu yang bukan dirimu sendiri. Biarkan hati, jiwa dan rohanimu yang membentuk dirimu sendiri agar segala sesuatunya sesuai dengan keinginanmu."

Di akhir doanya Tuhan menegaskan, "Apabila suatu saat nanti engkau mampu menyatukan perhatian, rasa sayang, rasa maaf, rasa kasih, kepekaan dan tanggung jawab yang membentuk satu kesatuan, maka engkau akan mendapatkan seseorang yang engkau ingini yang memang Ku sediakan untukmu.
Engkau pun akan mampu berkata seperti berkatanya Adam saat Hawa Kuciptakan untuk menemaninya; 'Ia adalah tulang dari tulang rusukku dan daging dari daging tubuhku.'
Engkau akan melihat pribadimu di dalam dirinya dan pribadinya dalam dirimu. Kalian berdua pun akan menjadi satu rangkaian dalam jalinan yang Kuridhai saat bersama-sama berlayar menuju pelabuhan abadi."
 
* * * * *

Di hari lain, ketika saya punya banyak waktu, saya buatkan foto istri idaman dalam khayalan karakter teman saya itu. Cantik seperti Miyabi, Setia seperti Khadijah dan teman diskusi yang handal seperti Fatimah Az-Zahra.

Ah! Semoga cepat bisa kau temukan orang yang ada dalam foto ini sahabat...!!!


Luqman Hakim
Orang Biasa


Thursday, March 27, 2008

Sejarah Perkembangan Ilmu

Pas gw bongkar-bongkar tulisan lama, dari jaman SD sampe kuliah (masih ada lho, tulisan-tulisan jaman gw SD), gw nemuin tulisan ini di buku catatan kuliah gw. Tabel tentang sejarah perkembangan ilmu.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU
Henry Margenau dan David Bergamini, The Scientish, 1964

ILMU-ILMU

2000 SM s.d. 300 M

300 M s.d. 1400 M
14 M s.d. 16 M

Abad ke 17

Abad ke 18

Abad ke 19

Abad ke 20

MATEMATIKA
Ilmu Hitung
Geometri
Logika
Teori Bilangan
Aljabar
Geometri Analitik
Trigonometri


Probabilitas Statistika
Persamaan Diferensial

Teori Informasi
Teori Fungsi
Geometri Non-Euclid
Logika Matematika
FISIKA

Mekanika
Optika

Termodinamika
Keelektrikan
Kemagnetan

Kristalografi
Cryogenik
Mekanika Statistika
Mekanika Kuantum
Fisika Partikel
Fisika Nuklir
Fisika Plasma
Fisika Atom
Fisika Molekul
Fisika Zat Padat
Fisika Relativitas
KIMIA

Alkimia

Kimia Anorganik
Kimia Kedokteran
Kimia Analitis
Farmakologi
Biokimia
Kimia Organik
Kimia Kuantum
Kimia Fisika
Kimia Nuklir
Kimia Polimer
ASTRONOMI
Kosmologi
Astronomi Posisionil
Mekanika Benda Langit
Astronomi Fisika



Astronautika
Radio Astronomi
Astrofisika
GEOLOGI
Eksplorasi
Geodesi
Meteorologi



Geofisika
Statigrafi
Sejarah Geologi
Paleotologi
Mineralogi
Petrologi
Geomorfologi
Geografi Fisika
Struktur Geologi
Geokimia
Hodrologi
Oceanografi
BIOLOGI
Ilmu Obat-Obatan
Fisiologi
Anatomi
Botani
Zoologi
Embriologi
Patologi

Mikrobiologi
Taksonomi
Biofisika
Anatomi Perbandingan
Citologi
Histologi
Biokimia
Ekologi
Radiobiologi
Biologi Molekul
Genetika
Kloning*)
SOSIAL
Pemerintahan
Sejarah
Filsafat
Politik


Ekonomi
Arkeologi
Antropologi Fisik
Sosiologi
Antropologi Budaya
Psikologi
*) Tambahan di akhir abad 20

Wednesday, March 26, 2008

Hati-Hati dengan Keinginanmu!

Minggu, 23 Maret 2008

Saya dan istri menonton film Ayat-Ayat Cinta (AAC) di Depok Town Square (DETOS). Tergolong terlambat memang, saat orang lain sudah menontonnya jauh-jauh hari dan jadi buah bibir perbincangan yang hangat, saya malah baru nonton. Tololnya lagi, novelnya belum sempat saya baca ketika menonton film itu. Baru setelah menonton, langsung saya cari novelnya, saya baca dan saya buat tulisan ini...

Di gedung bioskop, ada pasangan kakek-nenek yang jalannya pun susah-payah tapi sambil bemesraan bergandengan, mereka berdua menonton film itu. Duduk tak jauh dari saya dan istri. Pikiran tentang kenapa mereka setua itu masih mau menonton AAC terbawa-bawa di benak.

Jam 2.15 siang film itu baru diputar. Adegan demi adegan mengalir. Ada sisi romantis sentimentil yang dikedepankan di situ. Fahri (Fedy Nuril) dikisahkan sebagai sosok pemuda ideal oleh Habiburrahman El Shirazy sebagai pengarang buku AAC. Jalan ceritanya memang unik dan beda dengan karya sastra kebanyakan. Kang Abik, begitu panggilan si pengarang AAC ini mengemas sisi romantisme sentimentil seorang pemuda islam yang lurus dan ideal. Baik budi, santun, muslim yang taat dan sulit rasanya menemukan laki-laki seperti Fahri di jaman sekarang. Sampai akhirnya ada konflik yang mempertajam alur cerita. Lembar demi lembar buku makin membuat penasaran pembaca untuk melahapnya, sampai scene demi scene film pun membuat penonton makin membelalakkan mata untuk menuntaskannya.

Berbedanya kisah AAC dengan novel-novel cinta kebanyakan lainnya ini yang membuat orang berpaling ke sini. Kang Abik yang memang pernah studi di Kairo Mesir ini membawakan genre dengan nuansa Islami. Digambarkan bahwa Islam itu indah, Islam itu kasih, Islam itu penuh dengan nilai-nilai ketatanan yang saling mencintai dan menghormati sesama. Pun pada yang bukan seagama.

Tentang Cinta. Itulah yang diangkat. Kisah klasik yang tak pernah basi. Mengutip kata-kata awal Novel Fatimah Chen Chen (FCC) karya Motinggo Busye, "Setiap orang mempunyai kenangan pahit dan indah dalam hidupnya..." Begitu menonton, saya justru tak bisa menangkap adanya kenangan pahit tokoh-tokoh AAC di sini. Yang ada justru kenangan yang yang memang dibuat-buat dengan sengaja untuk mengaduk-aduk perasaan pembaca dan penonton AAC. Wajar, sebuah cerita fiksi memang bertujuan untuk itu.

S
empat terlintas dalam pikiran saya, Kang Abik ini tengah menciptakan tokoh ideal di tengah tatanan masyarakat hipokrit saat ini. Satu sosok yang sangat ideal, sosok pemuda Islam yang berjuang dalam kehidupan hipokrit namun tanpa sedikit pun melupakan tatanan hidup bermasyarakat. Kisah klasik tentang cinta yang diangkat AAC ini pula yang akhirnya membuat saya tersadar, kenapa kakek-nenek yang saya lihat di DETOS itu menonton AAC berduaan dan bermesraan layaknya bak pasangan-pasangan muda.



Dalam hidup sebenarnya banyak ruangan-ruangan yang tercipta. Ruangan-ruangan itu kita buat sendiri dan kita kotak-kotakkan sendiri. Ada ruang batiniyah tentang agama dan ruhani, di mana kerinduan Ilahiyah mencari Tuhan takkan pernah surut. Namun ruang itu bisa kalah menarik dengan ruang pertemanan dan persahabatan, ruang yang selalu mengisi hari-hari di seluruh kehidupan. Ada juga ruang tentang keluarga beserta isinya, orang tua, kakak, adik, istri dan anak yang mewarnai di dalamnya. Pun belum lagi ruangan-ruangan darurat lain yang terkadang kita buat, semacam gubuk semi permanen yang siap dihancurkan bila tak dimaui atau ditingkatkan menjadi bangunan permanen bila diharapkan. 

Ruangan itu bernama keinginan. 

Keinginan untuk menyimpang, pun keinginan yang mengarahkan pada kebaikan.

Saya ingin mengutip sebuah kisah sufi dari buku yang pernah saya baca, namun lupa siapa pengarangnya;
Alkisah ada 2 orang kakak beradik yang berbeda karakter. Si Adik adalah orang yang sangat taat pada agama, segala hal yang dianjurkan oleh Islam dilakukannya dan segala yang dilarang dijauhi. Si kakak adalah kebalikan, segala hal yang berbau maksiat sudah pernah dilakoni. Belum pernah ada kemaksiatan yang luput darinya. Mereka berdua masih memiliki orang tua, seorang ibu yang selalu tak bosan-bosannya menasehati dan mendoakan si kakak agar kembali ke jalan yang benar seperti si adik.

Sampai suatu hari, Si kakak yang setiap harinya selalu melakukan perbuatan maksiat berpikir dan merasa bosan dengan kehidupannya. Ia ingin sekali-sekali seperti adiknya, pergi ke masjid dan melakukan hal-hal yang diperintah agama dan menjauhi yang dilarangnya. Sebaliknya si adik yang setiap harinya melakukan kebaikan juga berpikir dan merasa bosan dengan kehidupannya. Ia ingin sekali-kali melakukan perbuatan maksiat dan setelah itu kembali ke jalan agama. Toh Allah Maha Pengampun.

Di hari itu, mereka melakukan hal yang tak lazim yang biasa mereka lakoni. Si kakak yang biasanya ada di sebuah lokalisasi, berzinah dan mabuk-mabukan sampai pagi menjelang tiba-tiba beritikaf di masjid. Si adik yang biasa ada di masjid kini ada di lokalisasi. Allah berkehendak lain.

Di hari itu terjadi gempa bumi. Semua bangunan runtuh. Banyak yang meninggal di hari itu. Keesokan harinya ketika semua mayat diangkat di tempat itu, masyarakat yang mengetahui kakak-beradik ini terkejut dengan fenomena yang mereka lihat. Si kakak yang mereka kenal sebagai tukang maksiat meninggal di antara reruntuhan masjid tengah memegang Al Qur'an. Si a
dik yang mereka kenal sebagai orang alim yang baik meninggal di reruntuhan lokalisasi dalam kondisi memeluk pelacur dan memegang botol minuman keras. Mereka bertanya-tanya hingga akhirnya ketika seorang Kyai menanyakan perihal aneh itu, menyelidiki sampai ke sikap dan perbuatan mereka sehari-hari pada ibu mereka.

Si Ibu berkata, "Setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik saya selalu mendoakan si kakak agar bisa menjadi orang yang baik dan dicintai Allah."

Kyai bertanya, "Bagaimana dengan si adik? Apakah ibu juga mendoakan?"

Si Ibu menjawab, "Saya mendoakan juga, tapi tak sesering si kakak. Karena saya berpikir bahwa si adik itu sudahlah baik dan sudah dijaga oleh Allah. Namun saya tak pernah bisa mengerti dengan faktor keinginan itu hingga terjadi kejadian seperti ini." Isak tangis si ibu melihat kedua anaknya meninggal dalam kondisi di luar dugaannya.
* * * * *

Hati-hati dengan keinginanmu!

Siapa yang berpikir bahwa si baik itu akan selamanya baik?

Siapa yang berpikir bahwa si jahat itu akan selalu menjadi jahat?

Banyak kisah yang menceritakan tentang kebaikan menjadi jahat. Anakin Skywalker yang baik di dalam cerita Star Wars pun akhirnya menjadi tokoh jahat bernama Dart Vader. Sebaliknya banyak kisah yang menceritakan kejahatan berbuah kebaikan seperti di banyak cerita apapun.

Di dunia selamanya tak ada yang abadi, tak ada yang kekal.

Tak ada kebaikan yang kekal, pun tak ada kejahatan yang kekal.

Salah satu doa terbaik adalah doa Khusnul Khatimah, di mana ketika nyawa ini dicabut dari jasad, selalu dalam keadaan mengingat Allah, separah apapun kehidupan kita di dunia...

Untuk itu, kenapa diperlukan banyak sahabat, banyak karib-kerabat untuk selalu saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan, pun juga dalam kejahatan.

Bahwa, t
ak pernah ada yang abadi di dunia ini...
 
 
Luqman Hakim
Rabu, 26 Maret 2008