Friday, July 25, 2008

Kotak Pandora. Awal Mula Keburukan dan Kejahatan

Suatu waktu Zeus ingin menguji manusia. Ia mengirimkan ke bumi seorang gadis teramat cantik, memiliki semangat dan rasa ingin tahu nan membara seperti api. Gadis itu juga diberkati oleh seluruh dewi-dewi dengan berbagai macam anugrah. Kecantikan, kelembutan serta kekayaan dan pancaran gemerlap yang semua ditujukan untuk dirinya. Gadis itu bernama Pandora, yang artinya 'seluruh anugrah'.

Sebelum turun ke bumi, Zeus memberinya sebuah kotak yang tertutup rapat. Dewa dari para dewa itu juga berpesan pada Pandora untuk tidak membuka kotak itu atas dasar alasan apapun. Pandora menyanggupi.

Di Bumi Pandora bertemu dengan Epimetheus, anak Iapetus cucu dari Zeus. Ia terpesona melihat gadis sedemikian cantik, molek dan rupawan seperti Pandora. Tumbuhlah perasaan cinta di hati Epimetheus dan kemudian ia meminang Pandora.

Lewat beberapa waktu pernikahan Epimetheus dan Pandora, cucu Zeus ini melihat sebuah kotak yang tertutup rapat yang disembunyikan Pandora di salah satu sudut rumah. Epimetheus bertanya pada istrinya apa isi kotak itu. Istrinya menjawab tidak tahu karena memang perintah Zeus untuk tidak membuka kotak itu atas dasar alasan apapun. Mendengar itu suaminya juga ikut menganjurkan Pandora untuk tidak membukanya.

Dasar Pandora, rasa ingin tahu yang besar telah membakar jiwanya. Berulang kali ia membujuk suaminya untuk membuka kotak hadiah dari Zeus, namun Epimetheus tetap melarang membukanya. "Perintah dewa tetap harus dipatuhi", begitu ujarnya.

Pandora menggerutu. Namun pada suatu hari saat suaminya tak ada di rumah, ia tak dapat membendung rasa ingin tahunya yang begitu bergejolak. Istri Epimetheus ini kemudian membuka kotak itu, dan...

Dari dalam kotak keluar bunyi gemuruh dan asap tebal berwarna hitam yang memenuhi ruangan, keluar dan berpusar memenuhi bumi, memasuki seluruh rumah di bumi dan kemudian naik ke langit. Kotak itu tak memiliki dasar, asap dan suara gemuruh tidak berkurang justru makin bertambah-tambah banyak. Pandora pun ketakutan...

Di puncak ketakutannya Pandora berusaha menutup kembali kotak itu, bersamaan dengan berkurangnya asap dan suara gemuruh, istri Epimetheus mendengar suara-suara ratap tangis, rintihan, sedu-sedan, dan suara bisik-bisik yang aneh.

Di dalam kotak itu ternyata Zeus telah mengumpulkan segala macam kesakitan, kebencian, pengkhianatan, kelemahan, segala penyakit dan segala macam hal yang buruk dan yang jahat yang belum pernah diketahui manusia di bumi. Kini karena kelemahan Pandora yang memiliki rasa ingin tahu yang membara seperti api, segala macam keburukan dan kejahatan telah hadir di bumi.

Kendati demikian Zeus hanya ingin menguji manusia. Di tengah segala hal yang mengerikan itu dewa para dewa ini juga memasukkan sesuatu yang dapat melawan segala keburukan dan kejahatan. Sesuatu yang dapat memberi manusia kekuatan untuk menjalani hidup, yakni: HARAPAN.

Ilustrasi: Walter Crane, "The Greek Mythological Legend", 1910

Tuesday, July 22, 2008

Wartawan juga Manusia, Udin juga


Kamis, 13 Agustus 1996, Jam 22.40 Malam

Marsiyem sedang menyetrika di rumah kontrakan di Jalan Parangtritis KM 13, Bantul. Ada lima potong pakaian yang belum selesai ia rampungkan. Tiba-tiba pintu depan kontrakannya diketuk, ia beranjak ke depan. Orang yang mengetuk pintu itu langsung bertanya padanya apakah Fuad Muhammad Syarifuddin ada di rumah. Marsiyem mengatakan ada dan langsung bertanya apa keperluannya malam-malam mencari suaminya. Orang itu mengatakan akan menitipkan motornya di rumah ini.

Marsiyem ke belakang menemui suaminya yang sedang main game komputer, mengatakan ada temannya yang mencarinya di depan. Suaminya beranjak ke depan dan Marsiyem melanjutkan menyetrika.

Tiba-tiba dari depan ia mendengar suara pukulan dan suara orang mengaduh. Marsiyem buru-buru ke depan, dilihatnya suaminya bersimbah darah dan orang yang berniat menitipkan motor itu sudah tidak ada.


Minggu, 16 Agustus 1996

Tiga hari itu adalah kenangan terakhir Marsiyem bersama suaminya. Di hari ini, lelaki berkumis yang rambutnya sudah menipis itu meninggal dipanggil oleh Sang Pemilik Hidup.

* * * * *

Kematian Udin adalah misteri yang tak terpecahkan sampai tulisan ini dibuat. Ketika hidup, Udin kerap menulis tentang ketidakberesan isu-isu ketidakbenaran dan ketidakadilan. Sebagai wartawan, memang tugasnya menulis berita yang ia dapat di lapangan. Investigasi jurnalistik, check and recheck itu yang berlaku. Harian Daerah Bernas di Yogyakarta kerap dihiasi oleh tulisan-tulisannya, bahkan di halaman depan.

Tulisan-tulisan Udin membuka mata para pembacanya mengenai perilaku pemerintah daerah dan membuat resah para pejabat daerah. Yang paling gerah adalah Kolonel Sri Roso Sudarmo, Bupati Bantul. Habis-habisan Sri Roso ditelanjangi tulisan Udin dalam kasus pemberitaan praktek klenik dengan janji uang 1 miliar rupiah apabila ia terpilih lagi menjadi Bupati Bantul periode kedua, 1996-2001.

Tulisan itu menyeruak hingga ke ibukota, sampai Sekretaris Jendral Departemen Dalam Negeri saat itu, Suryatna Subrata menyesalkan sikap Sri Roso yang percaya pada perdukunan dalam proses pemilihan bupati. Tak cuma itu, atasan Sri Roso di Angkatan Darat, Jenderal Hartono tak bisa mentolerir tindakan seorang Kolonel apabila benar main dukun untuk memuluskan jabatannya sebagai bupati.

Kasus yang beredar miring mengenai Sri Roso adalah korupsi dan kolusi, tapi tak ditulis Udin di medianya. Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri di masa itu, Soedarjat Nataatmadja juga mengiyakan bahwa Sri Roso tidak terkait dengan kasus korupsi dan kolusi di daerah kekuasaannya, tapi Kolonel ini ditegur karena kesalahannya terlibat kasus perdukunan dalam pemilihan bupati. Udin lebih memilih menulis tentang ketidakberesan berdasarkan fakta dan data yang ia peroleh, seperti kasus sunat dana inpres Desa Tertinggal di Bantul dan yang menyolok adalah Bupati yang ingin terpilih kembali mendatangi dukun dengan menjanjikan uang sebesar 1 miliar rupiah. Kasus terakhir itu yang membuatnya harus meninggalkan istri tercintanya untuk selama-lamanya.

* * * * *

Pengadilan mengusut kematian kasus Udin penuh dengan tanda tanya. Salah seorang oknum reserse Polres Bantul, Aipda Edy Wuryanto, menyamar jadi Franky yang mendatangi Dwi Sumardji alias Iwik, supir sebuah perusahaan periklanan di Jalan Magelang. Oleh Franky alias Edy, Iwik diajak ke sebuah hotel di kawasan Parangtritis, diberinya ia dua orang gadis penghibur dan diberi minuman yang dicampur obat terlarang. Dalam mabuknya, Iwik diiming-imingi hadiah untuk mau mengaku menjadi pembunuh Udin.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta terus menggugat kematian tak wajar wartawan Bernas ini. Sidang-sidang yang dijalankan tak lebih sandiwara belaka sampai akhirnya Iwik mengakui bahwa ia yang tak tahu apa-apa dipaksa oleh Edy Wuryanto untuk mengakui sebagai pembunuh Udin. Kasus ini sempat mencoreng sejarah penegakan keadilan di Indonesia yang sudah penuh coretan di muka, sampai kemudian Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum pada Kepolisian RI yang mendiamkan Aipda Edy Wuryanto mendalangi sandiwara ini pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut ditolak oleh tanggal 20 Mei 2003 dengan alasan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merasa tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, yang berhak adalah Pengadilan Tata Usaha Negara. Di sini pihak tergugatnya adalah penguasa, dalam hal ini Kapolri, Panglima TNI, Kepala Korps Reserse Mabes Polri dan Komandan Pusat Polisi Militer yang tidak menjalankan fungsinya dengan benar dan memperlambat proses penyelesaian kasus ini, yaitu melindungi Aipda Edy Wuryanto untuk diproses secara hukum.

Waktu yang terus berjalan, seiring dengan berlalunya kasus Udin dan dilupakan. Sampai akhirnya AJI untuk mengenang Udin membuat penghargaan 'Udin Award' bagi jurnalis atau sekelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan karena komitmen dan konsistensinya dalam menegakkan kemerdekaan pers, kebenaran dan keadilan.

* * * * *

Kasus Udin terkubur begitu saja dan dilupakan banyak orang, sebagaimana banyak cerita yang dipendam dalam-dalam di negeri ini. Namun satu hal yang tak pernah berubah, bahwa kebenaran selalu menyimpan misteri untuk dikuakkan dan akan selalu menjadi cahaya bagi yang mengikutinya.

Thursday, May 29, 2008

Tipe Wanita dari Sudut Pandang Orang IT


World Computer Scientist Journal pernah mengadakan survey terhadap para computer scientist tentang bagaimana cara mereka memandang wanita. Hasilnya adalah sebagai berikut:

1. Tipe Intel Pentium Dual Core
Pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakan banyak hal, (misalnya saja diam-diam sudah "berisi" 7 bulan).

2. Tipe AMD Athlon / Duron
Badan besar dan kekar, mampu bekerja di tempat kotor, berhari-hari tanpa istirahat.

3. Tipe LCD Monitor
Genit, senangnya diperhatikan dan suka pamer.

4. Tipe Keyboard
Senang dipegang, ditekan dan dipencet di berbagai lokasi.

5. Tipe Printer Dot Matrix
Aktif, ditekan sedikit, geraknya banyak, kalau dipakai berisiknya minta ampun.

6. Tipe Mouse
Pas dan enak di genggaman.

7. Tipe Windows XP
Luarnya bagus, tapi penyakitan, gampang kena virus

8. Tipe Linux
Tampak luar jelek, dalamnya 'handal'

9. Tipe Macintosh
Luar dalam bisa dihandalkan.

10. Tipe DOS
Wajah tidak cantik, hati juga tidak baik.

11. Tipe UNIX
Diam-diam multi user.

12. Tipe Windows Server
Multi user, previlleges dan bisa customized, namun tetap penyakitan, gampang kena virus.

Tuesday, May 27, 2008

Masa Lalu Orang-Orang Ternama

  • Leon Uris, pengarang buku terlaris "Exodus" pernah gagal dalam ujian Bahasa Inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.
  • Auguste Rodin seniman patung legendaris dengan karyanya yang terkenal "The Thinker", pernah 3 kali gagal masuk sekolah seni.
  • Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar.
  • Leo Tolstoy, sastrawan Rusia ternama, penggarang buku ''War and Peace'' pernah di keluarkan dari akademi.
  • Guru Thomas Edison pernah mengatakan bahwa Thomas terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.
  • Walt Disney pernah di pecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.
  • John Grisham pengarang buku-buku laris yang menjadi film-film terkenal; "The Firm", "The Client", "Pelican Brief" saat menulis buku pertamanya dan menawarkan ke penerbit, 25 kali ditolak.
  • Franklin D. Roosevelt sering berkonsultasi dengan astrologis, memiliki dua orang istri muda, perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.
  • Winston Churchill pernah dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun sore dan tidak pernah bangun pagi, pernah menggunakan narkoba, di waktu kuliah dan minum wiski setiap sore.
  • Adolf Hitler itu vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh di luar perkawinan.
  • Semasa hidupnya Vincent Van Gogh hanya 1 karyanya saja yang laku terjual.

Sunday, May 25, 2008

Pornografi & Hipokritas Masyarakat



Dalam sejarah, bisa dikatakan profesi yang paling tua di dunia adalah pelacuran. Di kota Korintius, pada masa Yunani kuno beberapa abad sebelum masehi, pelacuran adalah industri utama kota itu. Lebih dari 1.000 wanita bekerja sebagai pelacur di kuil Aphrodite yang terletak di kota Porne. Tidak heran kota itu menjadi tujuan utama tempat hiburan para pelaut di masa itu. Di kemudian hari, kata Porne itu sendiri berarti pelacur dalam bahasa Yunani, dan dari kata inilah kita mengenal istilah Pornografi, yang berarti "gambar/tulisan pelacur".

Hugh Marston Heffner, anak muda kelahiran Chicago Illinois 9 April 1926 memutar otak untuk memaparkan fenomena life style pada masanya. 'Hef', begitu nama panggilan akrabnya sejak belia, berpikir perang telah merampas segalanya, dari peradaban hingga nilai-nilai dalam masyarakat itu sendiri. Selepas menjalani wajib militer pada Perang Dunia I, Hef bergonta-ganti kerja, sampai kemudian ia mengolah otak dan berpikir keras meracik sebuah majalah yang diisi dengan menu tulisan-tulisan bermutu dibumbui dengan foto-foto bugil. Majalah Playboy, terbit pertama kali bulan Desember 1953 dengan artikel-artikel menarik, salah satunya adalah dari Sir Arthur Conan Doyle (Sherlock Holmes) dan foto-foto bugil Marylin Monroe sebagai 'Sweetheart of the Month'. Namun, Hef tidak mencantumkan tanggal penerbitan di majalahnya yaitu Desember 1953. Kala itu Hef tidak begitu yakin ia dapat memproduksi lagi penerbitan selanjutnya karena ia berspekulasi bahwa apakah dengan foto bugil di majalahnya dapat membuat Playboy laku di pasaran.

Di luar dugaan, pada pemunculan edisi perdana Playboy justru mendapatkan keterkejutan banyak kalangan. Materi foto bugil Playboy mengundang kontroversi karena dinilai berbeda dengan majalah-majalah yang pernah ada sebelumnya. Dengan cepat, kontroversi ini justru menjadikan Playboy makin terkenal dan membuat orang penasaran ingin mendapatkannya.

Beberapa tahun berselang, tahun 1972 muncul film biru pertama, Deep Throat. Film yang dibintangi oleh Linda Lovelace ini laris bak kacang goreng. Film porno pertama ini menginspirasikan film-film serupa bertumbuhan dan bintang-bintang baru bermunculan. Sebut macam Marilyn Chambers (Behind the Green Door), Gloria Leonard (The Opening of Misty Beethoven), Georgina Spelvin (The Devil in Miss Jones), dan Bambi Woods (Debbie Does Dallas).

Di era keemasan pornografi tahun 80-an, di tahun 1984 Steve Hirsch, Yahudi asal Van Nuys, California mendirikan Vivid Entertainment dengan modal awal 20.000 Dolar AS. Kini dari Vivid Entertainment Hirsch menangguk untung besar. Tak kurang dari 100 juta Dolar AS pendapatan dari industri pornografi terbesar di dunia ini. Selain menjadi CEO dari Vivid Entertainment, Hirsch juga menjadi dosen ilmu-ilmu bisnis di USC Business School, California.

Bagaimana dengan bintang-bintang Vivid lainnya?

Beberapa di antaranya adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi.
  • John Stagliano, aktor gaek kelahiran Chicago, 29 November 1951 ini lulusan Ekonomi dari UCLA. Awalnya berniat menjadi ekonom, namun malah menggeluti industri film porno hingga dinyatakan terjangkit HIV tahun 1997.
  • Nina Hartley, aktris gaek kelahiran Berkley, California, 11 Maret 1959 mempunyai gelar doktor di bidang ilmu-ilmu Humaniora dengan thesisnya "Porn can Change the World" dari San Francisco State University.
  • Asia Carrera, aktris campuran Jepang-Amerika kelahiran New York, 6 Agustus 1973 ini mendapat beasiswa dari Rutgers University untuk 2 bidang, Bisnis dan sastra Jepang.

Luqman Hakim
November 1999

Tulisan lama yang nggak pernah selesai, pornografi berkembang terus dan hipokritas masyarakat terus bertambah hingga sulit mencari benang merah yang tak pernah ada untuk menyelesaikan tulisan ini.

Monday, May 12, 2008

Hari Ini 10 Tahun yang Lalu


Refleksi Tragedi Kerusuhan 13 Mei 1998.
Potret buruk cermin dibelah bangsa ini. Sidang Umum MPR tanggal 1 - 11 Maret 1998 menetapkan Suharto (lagi-lagi) sebagai Presiden RI yang ketujuh kali periode, masyarakat kecewa. Bakin sudah mengingatkan bahwa kebijakan yang sangat tidak populer mengangkat Suharto kembali menjadi presiden. Pun, timbul kekecewaan massal dipicu dengan diangkatnya Siti Hardiyanti, anak pertama dari Jendral bintang lima ini menjadi Menteri Sosial.

Demonstrasi menuntut mundurnya Suharto merebak di mana-mana. Pemerintah tak ambil pusing, mahasiswa pun lebih tak ambil pusing. Momentum ini pun pecah pada hari Selasa, 12 Mei 1998 dan menjadi pemicu makin ganasnya mahasiswa menuntut demonstrasi. Di hari itu, 4 nyawa mahasiswa Trisakti melayang Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie dan Heri Hartanto tertembak oleh peluru yang dimuntahkan senjata aparat keamanan ke dalam kampus alih-alih untuk menertibkan demonstrasi.

Masyarakat makin berang dan kecewa. Pemerintah tak mau lagi memikirkan kondisi rakyatnya. Di hari ini, 10 tahun yang lalu, adalah momentum di mana Hari Penjarahan Nasional. Keresahan masyarakat dipicu oleh kondisi ekonomi yang morat-marit akibat resesi ekonomi global membuat bangsa yang (katanya) bangsa baik hati dan murah senyum ini merampok dari si kaya. Pasar swalayan habis dijarah, setelah itu dibakar. Bukan cuma itu, beberapa etnis Tionghoa pun menjadi sasaran keberangan sentimen ekonomi.

Di hari ini 10 tahun yang lalu, semua kantor, pasar dan segala kegiatan ekonomi tutup, tak ada yang beroperasi. Semua takut dijarah. Semua takut dibakar. Bisa dibayangkan, orang-orang dengan bangganya mengatakan bahwa di tempat anu, di tempat itu bisa membawa pulang barang-barang bagus untuk dibawa pulang ke rumah.

“Eh, di situ ada barang-barang yang bagus! Mau baju? Mau barang elektronik? Tinggal ambil aja!”
Dan barang-barang itu adalah milih Department Store yang dijarah. Setelah habis barang, toko itu dibakar.

Bagi mereka yang bermata sipit, ketakutan mereka menghantui di hari ini. Bukan cuma di jalan, di rumah pun mereka tak aman. Begitu tahu rumah itu adalah milik etnis Tionghoa, habis tempat kediaman itu dilempari bom molotov dan dibakar. Tak heran untuk mengelabui masyarakat, di depan rumah dan toko-toko mereka ditulis, “Milik Haji, Pribumi”.

Bisa dibayangkan betapa pedihnya di hari ini, kita, bangsa Indonesia 10 tahun yang lalu. Refleksi menuntut reformasi yang digaungkan para mahasiswa kala itu hanya jadi bahan onani siapapun hingga kini.

Siapa sih yang mau reformasi?

Siapa sih yang mau berubah?

Siapa sih yang mau bangsa ini keluar dari keterpurukan?

* * * * *

Mahasiswa mulai bergerak menduduki gedung MPR/DPR. Bisa dibayangkan gedung yang (harusnya) sangat memiliki wibawa di negeri ini, telah kehilangan martabatnya sejak hari ini, 10 tahun yang lalu. Gedung megah tempat para wakil rakyat berkumpul memikirkan kebijakan-kebijakan negeri ini berubah total menjadi tempat rekreasinya para demonstran. Setiap sudut gedung bebas untuk dijelajah! Grafiti tak luput di setiap tembok dan pintu gedung. Uniknya, membawa pacar dan bercengkrama memikirkan masalah-masalah kapan kuliah kelar pun dibawa di tempat ini.

Apa sebenarnya di diperjuangkan?

Ah! Demonstran yang bingung.

Hanya segelintir yang mengerti apa yang mereka perjuangkan.

Dan... Sejarah memang berulang.

Soe Hok Gie makin mati rasa ketika umur makin bertambah, beban menyelesaikan kuliah yang makin sarat, tanggung jawab ke orang tua yang selalu menunggu. Belum lagi teman-teman seperjuangan ketika meruntuhkan Rezim Orde Lama dilirik pemerintah untuk duduk bersama dan berkuasa.

Satu bait karya sastra filsuf Yunani yang sangat dipegang Soe Hok Gie adalah, “Keadaan terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua adalah mati muda. Yang tersial adalah berumur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."

Kritikan bagi mereka yang dulu berjuang memperjuangkan demokrasi dipaparkan dalam puisinya yang berjudul "Pesan"

Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran

Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi

Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?

Ah...
Sulit benar mencari cermin yang benar-benar tembus ke hati...

Catatan Akhir:
  • Untuk semua teman-temanku yang kini ada di Pemerintahan...
  • Untuk semua teman-teman yang dulu kukenal dan kini tengah memperjuangkan nasib kita semua...
  • Untuk semua teman-teman yang pernah kutahu paling keras suaranya di jalanan, yang kini tengah memperjuangkan rakyat dengan menaikkan harga BBM, memperjuangkan makin melangitnya harga-harga yang tak terjangkau kantong kami....
Salam sayang buat kalian semua...



Luqman Hakim
Orang Biasa
13 Mei 2008

Friday, April 25, 2008

Seperti Apa Pasangan Idealmu?


Suatu waktu, seorang teman curhat pada saya, "Duh Man, kalo aja guwe punya istri yang cantiknya kayak Miyabi, tapi setianya kayak Siti Khadijah dan pendamping yang ideal serta teman diskusi yang handal kayak Fatimah Az-Zahra, pasti guwe akan mencintainya sepenuh hati..."

Saya cuma tersenyum mendengar penuturannya. Ada terbersit pikiran yang tak biasa, di usia kepala 3 teman saya ini masih saja melajang karena terlampau memilih pasangan. Pun dalam memilih ia selalu membuat pengandaian yang aneh-aneh. Mengandai-andaikan sesuatu dari konotasi yang saling bertolak-belakang dan carut-marut.

Salah seorang teman yang taat beragama justru marah mendengarnya mengutarakan keinginan itu. "Nggak bakalan bisa segala sesuatu yang saling berbeda itu elo campur-baur dalam keinginan yang mustahil. Tega bener elo ngegabungin karakter orang-orang yang dekat dengan Rasulullah sama bintang porno kayak Miyabi...!!!"

Bukan sok bijak (toh saya jauh dari bijak), saya melerainya dengan mengatakan bahwa keinginan itu cuma akan jadi sebatas keinginan. Berpikir kelewat jauh meninggalkan tatanan dan pola kesopanan berpikir itu hak semua orang. Cakrawala berpikir seseorang takkan pernah bisa dibelenggu dengan segala aturan apapun. Badan bisa saja terpenjara, tapi otak dan pikiran akan tetap terbang bebas menembus awan. Pikiran itu bisa seperti sampah, tak berguna bila dipikirkan. Namun sebaliknya, pikiran pula yang membawa manusia bisa sampai ke bulan dan menciptakan dunia seindah ini, bahkan juga serusak ini.

Saya hanya menceritakan sedikit cerita yang pernah saya baca dan untungnya cerita itu sangat-sangat saya ingat. Tapi sekali lagi keterbatasan mengingat sumber cerita ini yang membuat saya sulit menuliskan sumber cerita di bawah ini.

* * * * *

Bertahun-tahun lamanya seorang hamba meminta kepada Tuhan seorang pasangan. Seseorang yang mampu menjadi pendamping untuk menjalani fase-fase lanjut dari perjalanan hidupnya. Ia tidak hanya meminta seorang pasangan, bahkan ia mendeskripsikan pula seperti apa pasangan yang diinginkannya itu. Pasangan itu haruslah seseorang yang baik, lemah lembut, pemaaf, penuh damai, baik hati, pengertian, menyenangkan, hangat, cerdas, humoris dan dapat dipercaya.

Suatu malam di dalam doa ia merasa seolah-olah mendengar Tuhan sedang berbicara di hatinya, "Wahai HambaKu yang sedang berdoa, Aku tidak dapat memberikan apa yang kau inginkan".

Dengan sedikit kecewa karena tidak ditanggapi permintaannya ia pun bertanya, "Kenapa ya, Tuhanku?"

Tuhan menanggapi, "Karena Aku adalah Tuhan Yang Maha Adil dan Yang Maha Benar, maka semua yang Aku lakukan adalah adil dan benar."

Ia bertanya lagi, "Wahai Tuhanku, aku tidak mengerti mengapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku minta dariMu..."

Tuhan pun menjawab, "Akan Aku jelaskan..."
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagiKu untuk mengabulkan permintaanmu, karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan dirimu sendiri...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mendatangkan seseorang yang penuh cinta sedangkan hatimu masih sering dipenuhi oleh kebencian...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mempertemukanmu dengan seseorang yang peka sementara engkau sendiri masih bisa tidak peduli terhadap sesama...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku memberikanmu seseorang jodoh yang baik hatinya sedangkan engkau sendiri masih bisa bersikap kejam...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mengikat hatimu dengan seseorang yang pemaaf sementara engkau sendiri masih sering menyimpan dendam...
  • Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku meridhai hubunganmu dengan seseorang yang jujur sedangkan engkau sendiri masih dipenuhi dengan berbagai tipu muslihat...
Tuhan pun berkata lagi kepadanya, Daripada menghabiskan waktu untuk mencari ke segala penjuru seseorang yang engkau inginkan serta berharap Aku akan memberikannya, lebih baik manfaatkanlah waktu yang tersisa ini untuk membuat dirimu sendiri menjadi seseorang seperti yang engkau cari. Aku tidak akan dapat memberikan kepadamu sesuatu yang bukan dirimu sendiri. Biarkan hati, jiwa dan rohanimu yang membentuk dirimu sendiri agar segala sesuatunya sesuai dengan keinginanmu."

Di akhir doanya Tuhan menegaskan, "Apabila suatu saat nanti engkau mampu menyatukan perhatian, rasa sayang, rasa maaf, rasa kasih, kepekaan dan tanggung jawab yang membentuk satu kesatuan, maka engkau akan mendapatkan seseorang yang engkau ingini yang memang Ku sediakan untukmu.
Engkau pun akan mampu berkata seperti berkatanya Adam saat Hawa Kuciptakan untuk menemaninya; 'Ia adalah tulang dari tulang rusukku dan daging dari daging tubuhku.'
Engkau akan melihat pribadimu di dalam dirinya dan pribadinya dalam dirimu. Kalian berdua pun akan menjadi satu rangkaian dalam jalinan yang Kuridhai saat bersama-sama berlayar menuju pelabuhan abadi."
 
* * * * *

Di hari lain, ketika saya punya banyak waktu, saya buatkan foto istri idaman dalam khayalan karakter teman saya itu. Cantik seperti Miyabi, Setia seperti Khadijah dan teman diskusi yang handal seperti Fatimah Az-Zahra.

Ah! Semoga cepat bisa kau temukan orang yang ada dalam foto ini sahabat...!!!


Luqman Hakim
Orang Biasa