Thursday, November 20, 2008

Emas, Loyang atau Kaleng?


Bersikap bodohlah agar hidup enak
di zaman ini akal sehat menjadi musuh
Orang berakal justru tenggelam
dan si bodoh disanjung-sanjung
.
Abu Ja’far Muhammad, Tokoh Sufi

Emas itu logam mulia, simbol dari keabadian dan kekayaan. Terbentuk dari unsur mineral langka yang dilambangkan dalam unsur kimia sebagai atom urutan 79 dengan simbol Au (Bahasa Latinnya 'Aurum'). Di beberapa negara emas digunakan sebagai standar keuangan, nilai ekstrinsiknya jauh berharga ketimbang uang kertas yang menggunakan nilai intrinsik. Jangan tanya harganya, satu gram saja bila dikonversikan ke dalam nilai uang kertas, mahalnya minta ampun.

Loyang kebanyakan terbuat dari aluminium, dibentuk sedemikian rupa sesuai kegunaan. Ada yang berbentuk panci, wajan, cetakan kue, bahkan pispot untuk buang hajat. Harganya masih bisa dijangkau karena utilitas yang hanya pada satu-dua kegunaan. Semahal-mahal harga loyang hanya pada bentuk yang dirupakan sedemikian ragamnya.

Kaleng adalah lembaran baja yang dilapisi timah, pengembangan dari penemuannya Nicolas François Appert (1749-1841) orang Perancis yang diminta Napoleon Bonaparte untuk mencari metode pengawetkan makanan bagi pasukannya yang akan berperang. Secara umum kaleng dipakai sebagai tempat makanan yang dikeluarkan pabrik. Saat makanan sudah dikeluarkan darinya, benda ini tak lagi terpakai, hanya ada beberapa orang yang membuatnya jadi pot bunga, tempat menyimpan benda dan beberapa lainnya. Kaleng anti bersentuhan dengan air karena dapat menyebabkan karat, apalagi sampai tergenangi, bisa jadi sumber bibit penyakit dengan jentik nyamuknya. Jangan tanya harganya! Murah, malah tak ada harganya sama sekali!

* * * * *

Tiga kategori logam di atas adalah analogi manusia.

Siapa saya?

Emas, loyang atau kaleng?

Kelewat sering terlintas loyang ingin berupaya jadi emas, begitu juga kaleng yang bermimpi menjadi logam mulia. Namun lihat si emas sendiri, diam di satu sudut menunggu ditemukan dan dimanfaatkan. Sedikit orang yang jeli bisa melihat potensinya, apalagi yang ada di kumpulan kotoran, sementara kilaunya makin tertutup oleh kotoran. Beda dengan loyang yang selalu mengkilapkan badan agar makin bersinar, kaleng juga tak mau ketinggalan, ikut mengkilapkan diri supaya bisa ikut berkilau meski karat dan jentik adalah bagian dari dirinya yang siap menyebarkan penyakit.

Singkatnya, siapa diri ini?

Emas, loyang atau kaleng?

Bila emas, tak perlu menunggu orang lain menemukan untuk dimanfaatkan, segera keluar dari kotoran dan menjadi emas yang memang sepantasnya logam mulia yang mahal. Bila loyang, tetap menjadi loyang yang memiliki utilitas, bukan seperti pispot yang berubah kegunaan menjadi panci untuk memasak makanan. Sesialnya menjadi kaleng, jaga diri agar tidak berkarat dan membawa bibit penyakit.

Catatan Pinggir:
Dengan segala keheranan yang dalam, tulisan ini diperuntukkan untuk seseorang (dua, tiga atau malah lebih) yang menjalani kehidupan dengan filosofi kaleng. Orang itu bisa jadi adalah... AKU!


Luqman Hakim
Jumat, 21 November 2008Jam 2:25 WIB, nggak bisa tidur!

Saturday, November 8, 2008

Kekuatan Karakter[?] Perlukah Itu?


Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Jasman Panjaitan mengumumkan eksekusi terpidana mati kasus Bom Bali I (ANTARA/Jefri Aries)
Dari laporan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Jasman Panjaitan, dalam jumpa persnya di Kejaksaan Agung, Minggu, 9 November 2008 pukul 02.30 WIB, mengatakan bahwa Imam Samudra alias Abdul Azis, Amrozi, Ali Gufron alias Muklas dieksekusi mati Minggu dini hari di Lembah Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada pukul 00.15 WIB.

Polemik panjang waktu pelaksanaan eksekusi terjawab sudah. Sejak kejadian Bom Bali I di malam hari pukul 23.10 WITA pada tanggal 12 Oktober 2002.  202 orang tewas dan 325 luka-luka, terdiri dari warga asing, orang Indonesia dan umat Muslim sendiri. Lewat berbagai usaha dan didampingi AFP (Australian Federal Police), tanggal 5 November 2002 ditangkap 15 orang para para pelaku termasuk ketiganya yang dieksekusi hari ini.

Pro-kontra mewarnai berita Indonesia selama kurun waktu 6 tahun sampai eksekusi dilaksanakan. Banyak yang geram dengan ulah mereka sebagai teroris yang mengatasnamakan jihad, tapi tak sedikit yang membela dan menyayangkan pihak Indonesia yang lebih mengakomodir keinginan dan intervensi dunia internasional dalam kasus ini.

Apapun adanya, perbedaan pendapat yang menjurus kesalahkaprahan dalam penerapan syariat Islam ini perlu dikaji.


Kekuatan Karakter, Benar atau Salah?

Ada dua cara untuk menjalani hidup ini dengan mudah,
percaya pada segala sesuatu atau meragukan segala sesuatu;
kedua cara tersebut membebaskan kita dari berpikir.
Theodore Rubin

Sudah seharusnya setiap manusia memiliki kekuatan karakter yang akan membantunya di dalam hidup. Tengok kehidupan sehari-hari, begitu banyak orang-orang yang tak mempunyai kekuatan karakter hanya jadi pembeo, mengikuti arus dan jadi bulan-bulanan kehidupan yang keras dan tak bersahabat. Kalaupun diberi kesempatan memegang jabatan atau kekuasaan, bisa jadi ia terbawa arus ikut-ikutan, terpengaruh keinginan untuk menyelewengkan jabatan, memanfaatkannya untuk kepentingan sendiri. Ketika dihadapkan pada hukum dan jadi tersangka, alasan klise yang keluar, saya khilaf, saya terpengaruh, dlsbg.

Kekuatan karakter yang dimiliki oleh Imam Samudra alias Abdul Azis, Amrozi, Ali Gufron alias Muklas, mereka begitu yakin akan perbuatan membom daerah di Jl. Legian, Kuta Bali sebagai tindakan jihad fi sabilillah memerangi musuh-musuh Allah. Sampai pada eksekusinya, mereka memilih tidak memakai penutup mata demi melihat sendiri kematiannya. Menghadapi kematian dengan berani, sebagaimana keharusan setiap orang untuk menghadapi kehidupannya juga harus dengan berani.

Tapi apakah tindakan tersebut dibenarkan?

Dalam kacamata awam secara luas jelas sangat tidak dibenarkan. Dalam kacamata agama sekalipun, tindakan yang merugikan orang banyak jelas-jelas dilarang. Tapi apa dasar yang meyakini tindakan itu sebagai jihad fi sabilillah?

Dalam satu hadist, umat Islam jelas dianjurkan untuk memerangi kebatilan dalam rangka Amar Ma'ruf Nahi Munkar, lawanlah dengan tanganmu (kekuatanmu), lawan dengan mulutmu, apabila tidak bisa lawanlah dengan hati dan itu selemah-lemahnya iman. Imam Samudra cs lebih memilih melawan dengan kekuatan, meski pada akhirnya berujung tewasnya ratusan orang termasuk juga Muslim sendiri. Dalam salah satu jumpa pers ia mengatakan tidak menyesal melakukan itu, ia hanya menyesalkan kenapa ada Muslim yang pergi ke tempat-tempat maksiat hingga terbunuh oleh bom itu.

Pun sampai akhir hayatnya, kekuatan karakter itu juga yang mengantarkannya pada kematian. Dengan berani ia hadapi kematian karena hidup hanya sekali, seolah menerapkan perkataan Kabir, seorang tokoh sufi;

Ia yang datang, akan pergi.
Seorang penguasa, pengemis atau pertapa, setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan kaki dan tangan terikat, apa bedanya?
Kabir


Kekuatan Karakter, Berguna atau Tidak Berguna?

Dalam satu diskusi, saya pernah membandingkan karakter Vincent Van Gogh dengan Pablo Picasso, dua-duanya seniman besar dan karya keduanya tergolong paling mahal saat ini. Tapi bandingkan kehidupan keduanya ketika masih hidup.

Vincent Van Gogh baru mulai melukis di usia 27 tahun setelah gagal jadi pendeta, menghabiskan hari-harinya dengan melukis. Namun sampai pada satu titik ia mengidap psikosis dan tak mampu memisahkan dunia ide dengan realita, ia harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Arles, sampai pada kematiannya, hanya satu lukisannya yang terjual semasa hidup, itupun dengan harga yang murah. Van Gogh tak memiliki keturunan dan karya-karyanya kini jadi incaran banyak kolektor, harga karyanya yang dilelangpun jadi mahal. Namun sangat disayangkan keuntungan dari situ tak ada yang mengalir ke keluarga sebab ia memang tak memilikinya.

Pablo Picasso tergolong seniman nyentrik, pelopor aliran dadais dan surealis dengan lukisan-lukisannya yang menggambarkan alam bawah sadar. Termasuk orang yang egois dan akan melakukan apa saja demi keinginannya. Pernah dalam satu cerita ia ingin memiliki sebuah mangkuk di sebuah toko, saat ia sudah mengambilnya dan ingin membayar ia lupa membawa uang, tapi mangkuk itu sangat diinginkannya. Dihampiri kasir toko itu, bertanya apakah ia kenal dengan salah satu pejabat yang disebutkan namanya, kasir itu mengiyakan. Ia juga bertanya apakah tau kalau pejabat itu di rumahnya banyak koleksi lukisan Pablo Picasso, kasir itu terlongo-longo tapi mengiyakan. Ia lalu bertanya, apakah tau siapa Pablo Picasso itu? Tak lain dan tak bukan dirinya sendiri yang membawa mangkuk itu. Kasir itu cuma melongo, tak mengerti tapi mengiyakan. Tiba-tiba Pablo Picasso berkata bahwa ia sedang mendapat inspirasi untuk melukis di daerah ini di sekitar toko, tapi butuh mangkuk itu dan memintanya. Si kasir mengiyakan. Pablo Picasso hanya melingkari mangkuk itu di tembok, lantas membubuhkan tanda tangan di situ, lantas pergi. Itulah inspirasi yang dikatakannya pada kasir yang melongo tadi. Pablo Picasso terkenal banyak didampingi perempuan, tapi di akhir hayatnya, ia mewarisi harta yang tak ternilai harganya dari karya-karyanya, tujuh turunannya sekalipun tak akan kekuranganan materi lewat yayasan yang mengurusi hak cipta karya-karyanya.

Benang merah yang diambil dari dua cerita di atas, setiap orang harus memiliki kisahnya tersendiri, tanpa membeo, tanpa ikut-ikutan. Membentuk karakter itu dalam format yang ideal. Van Gogh dalam format keidealannya meski hidup sendiri dan sepi, hingga akhir hayatnya ia cuma dikenang dan tak ada yang mewarisi yang ia punyai. Sebaliknya Pablo Picasso dengan kenyentrikannya, hidup tak sendiri dan ia mewarisi yang ia miliki untuk keturunannya dan tak akan kekurangan dari segi materi.

Pertanyaannya, bergunakah kita untuk kehidupan?

Minimal untuk keluarga, syukur-syukur berkembang ke lingkungan sampai ke seluruh kehidupan. Orang akan melihatnya sebagai orang yang memiliki kekuatan karakter dan dikenang dalam sejarah.

* * * * *

Eksekusi terpidana mati kasus Bom Bali I ini juga menimbulkan pelajaran tersendiri. Kontroversi yang mengatakan bahwa tindakan ini adalah tindakan sedang MUI lewat ketuanya Umar Shihab mengatakan bahwa tindakan itu bukan jihad. Saya takkan membahas kontroversi ini, sesuai judul, saya hanya membahas kekuatan karakter dalam konteks benar atau salah. Kasus yang baru saja terjadi adalah sebuah pelajaran diam untuk dicermati.

Tulisan ini dibuat dengan ajakan bersama untuk sama-sama memiliki kekuatan karakter tanpa membela atau mencela kejadian yang baru terjadi. Menghujat itu saya hindari juga bersimpati, saya  berpaling pada Pasal 221 KUHP yang melarang kita melindungi atau bersimpati pada tersangka pidana. Saya hanya membahasnya dari segi kekuatan karakter yang memang perlu dimiliki meski itu bisa benar, bisa saja salah.

Kekuatan karakter perlu dimiliki agar tak terseret arus ikut-ikutan dan membeo tanpa dasar yang jelas. Namun kekuatan karakter harus dikembalikan ke masyarakat apalagi diri sendiri, berguna atau tidak, kekuatan karakter itu?


NB:
Mohon maaf, Foto Bareng Imam Samudra'[?] saya hilangkan dari peredaran, mengingat tak pantas memajangnya pada hal-hal yang memang satir adanya.

Luqman Hakim
9 November 2008

Thursday, November 6, 2008

Awal Mula Masturbasi & Onani



Seorang wanita Yunani bernama Metro, memiliki teman wanita bernama Coritto. Mereka adalah dua sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Di suatu hari Metro bermaksud meminjam dildo, sebuah alat berbentuk alat kelamin laki-laki milik sahabatnya itu. Namun sayang, Coritto telah meminjamkannya pada orang lain. Metro begitu terobsesinya pada dildo, ia menanyakan pada sahabatnya di mana alat itu dibuat dan ia terinspirasi untuk membuatnya sendiri. Kemudian ia mendatangi ahli pembuat dildo dan minta dibuatkan yang sama seperti Coritto.

Masyarakat Yunani kuno mengenal legenda itu yang ditukilkan dalam karya seni serta buah tangan tulisan. Di dalam cerita Mesir dan Mesopotamia, Dewa Enki dari Mesopotamia melakukan masturbasi dan mengalirkannya melalui Sungai Tigris. Alirannya mengalir hingga Sungai Nil di mana bangsa Mesir sangat tergantung pada sungai ini. Di dalam budaya Mesir kuno sendiri masturbasi dilakukan sebagai proses ritual penyembahan pada Dewa Matahari.

Dalam Kitab Kejadian (Genesis) yang merupakan buku pertama kitab Taurat Musa dan menjadi Perjanjian Lama (Tanakh), disebutkan bahwa tokoh Onan, anak dari Yehuda disuruh ayahnya untuk menikahi janda almarhum kakaknya. Ia keberatan karena kelahiran anak itu akan dianggap sebagai keturunan kakaknya. Maka setiap kali berhubungan badan, Onan menumpahkan spermanya di luar, ia berharap dengan cara itu janda almarhum kakaknya tak akan memiliki anak darinya. Namun Tuhan murka dan Onan mati.

[Disarikan dari berbagai sumber]

Ilustrasi foto: http://www.metro.co.uk


Tuesday, October 21, 2008

Mari Berzina! Tapi...


Melihat foto di samping ini, laki-laki mana yang nggak mau berzina dengannya? Cantik yang innocent, mulus, body bagus, sensual, dan... pastinya segala pikiran mesum mengitari pikiran di kepala. Namun susahnya menemui perempuan ini, lokasi yang jauh di Hokkaido Jepang membuat laki-laki berpikir dua kali menemuinya. Lagipula, (maaf) kelaminnya yang sudah dihinggapi oleh banyak kaum Adam ini juga, yang bikin banyak lawan jenis dari kaum perempuan jadi berpikir berkali-kali untuk sekedar mencicipi zina dengannya. Takut kena AIDS, pasti.

Saya tegaskan kalo tulisan ini tulisan liar, seliar pikiran saya menyikapi masalah tentang zina itu sendiri. Ada baiknya juga bagi yang tidak sependapat dengan konsep meliarkan pikiran, juga yang terbiasa berpola konservatif, tulisan ini janganlah dibaca, judul yang provokatif dengan materi yang kepanjangan tidaklah menarik...



Harus diakui secara jujur, seks itu begitu memikat. Bila tidak, mana mungkin Hugh Heffner menerbitkan Majalah Playboy di bulan Desember 1953 dengan Marilyn Monroe sebagai Playmate pertamanya. Bila seks itu tidak memikat, mana mungkin juga Yahudi asal Van Nuys, California bernama Steve Hirsch mendirikan Vivid Entertainment di tahun 1984 dengan modal awal 20.000 Dolar AS. Di dunia barat seks itu jadi industri, Jepang pun ikut-ikutan dengan JAV-nya.

Berhubungan seks di luar nikah, nama yang disepakati dalam Bahasa Indonesia adalah zina, meminjam dari Bahasa Arab yang artinya memang begitu. Kebalikannya, berhubungan seks di dalam pernikahan antara pasangan yang sah dinamakan jima', juga meminjam asal kata dari Bahasa Arab.

Timbul pertanyaan, sejak kapan gairah seks itu muncul?

Jawabannya mudah, ada sejak masa akil baligh, sejak anak laki-laki mampu bermimpi basah dan anak perempuan pada menstruasi pertamanya.

Namun kapan pertama kalinya gairah seks itu tersalurkan?

Ini yang jadi rahasia banyak orang. Ada yang melampiaskannya dengan lawan jenis, bisa istri atau suami sendiri, pacar sendiri, atau malah membeli sex service pada penjaja seks komersial. Ada yang melampiaskannya lewat alat bantu atau tangan dengan masturbasi dan onani. Yang tergila, melampiaskan pada sesama jenis atau malah pada hewan. Semua orang punya rahasianya tersendiri tentang penyaluran hubungan seksual dan memang teramat tabu untuk diceritakan.

Tulisan ini akan membahas dari segi zina, dipandang dari segi agama Islam dan Kristen menyikapi hubungan seksual di luar konteks pernikahan yang sah.

* * * * *

Agama Islam

Dalil Naqli tentang zina dalam Alqur'an:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan  jalan yang buruk.
[QS Al Isra' 17:32]

Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."

[QS Al A'raaf 7:33]

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)
[QS An Nuur 24:26]

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
[QS Al Maaidah 5:5]

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
[QS An Nuur 24:2]

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min.
[QS An Nuur 24:3]

Dalil naqli tentang zinah dalam hadist shahih:

Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya
.
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah]

Berkata Ibnu Abbas: "Dicabut cahaya (nur) keimanan di dalam zina"

[Hadist Riwayat Bukhari di awal kitab Hudud, Fathul Bari 12:58-59]

Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong
[Hadits shahih riwayat Muslim 1/72 dari jalan Abu Hurairah]

Tafsir lengkap hadistnya, baca sendiri di:
[1]. Faidlul Qadir Syarah Jami’ush Shagir 1/367 no. 660
[2]. Fathul Bari no. 6772 Syarah Muslim Juz.2 hal.41-45 Imam An-Nawawi. Kitabul Iman oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal.239, 240


Agama Kristen

Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zina."
[Markus 10:11-12]

Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zina."
[Lukas 16:18]

Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zina dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
[Wahyu 2:22]

Siapa melakukan zina tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.
[Amsal 6:32]

* * * * *

Literatur kitab suci dari dua agama di atas cukup buat mengambil keputusan tentang sebuah perzinahan yang terjadi dalam keluarga. Baik Islam dan Kristen melarang terjadinya perzinaan.

Karena saya Muslim, maka saya akan bahas dari sudut pandang Islam, literatur dari Kitab Injil tadi saya kutip semacam penegasan bahwa Kristen juga mengutuk keras terjadinya perzinaan.

Secara tegas dan keras, Islam mengutuk tindakan perzinaan, apalagi yang terjadi dalam keluarga. Seseorang yang sudah menikah (muhsan) lantas berzina, berdasarkan QS An Nuur 24:2 dan Hadist Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar ra, hukumannya adalah rajam dan disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

Pernikahan yang terjadi sebab zina diharamkan berdasarkan QS An Nuur 24:3, apalagi sampai terjadi kehamilan. Perempuan yang berzina dan dari perzinaannya terjadi kehamilan, perempuan itu haram dinikahi sampai anaknya lahir karena di sana ada dalil yang menuntut adanya istibra` ar-rahim (pembebasan rahim) dari bibit seseorang. Rahim harus dibebaskan terlebih dahulu dengan cara menunggu sampai si anak lahir kemudian menunggu haid berikutnya dalam satu kali masa haid, sehingga rahimnya bebas tidak ada lagi bibit tersimpan di rahimnya. Setelahnya baru boleh dinikahi, itu pun apabila keduanya bertaubat dari perzinaan. Adapun apabila belum muhsan, pelaku zina berdasarkan dalil QS An Nuur 24:2 mereka berdua didera sebanyak seratus kali tanpa belas kasihan, dengan pelaksanaan hukumannya disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

Ini adalah syar'i atau hukum dalam Islam berdasarkan Alqur'an dan Hadist yang jadi polemik pertentangan bahwa Islam itu kejam, Islam itu agama yang sadis dan ini jelas menyedihkan. Pernah dulu saya tanyakan pada guru ngaji mengenai polemik ini, guru saya menjawabnya dengan santai,

"Apapun yang keluar dari Alqur'an dan Hadist Shahih juga Hasan, serta hadist itu dipercaya sanadnya, hukumnya wajib kita patuhi tanpa kecuali! Namun penerapannya dikembalikan ke hukum yang berlaku di sebuah negara. Ini Indonesia, tidak semena-mena syar'i itu dapat diterapkan di sini karena Indonesia bukan Negara Islam. Islam itu fleksibel, tapi juga jangan membengkok-bengkokkannya, Islam itu mudah, tapi juga jangan dipermudah! Kembalikan saja pada konteks bahwa Islam itu rahmatan lil alamin."

* * * * *

Dan memang gairah seks itu selalu muncul bagi setiap orang muda. Saya yang juga (minimal pernah) muda tentu merasakannya. Begitu menggebu-gebu hingga hasrat sulit dibendung dan begitu menggelegak. Namun Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih menjaga saya (Insya Allah tetaplah begitu), saya tidak pernah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan dan janganlah ini sampai terjadi. Nau'dzu billah min zallik...

Saya jadi teringat tentang tulisan yang pernah saya tulis juga di blog ini, "Hati-Hati dengan Keinginanmu", keinginan yang dapat membunuh diri sendiri. Banyak perempuan yang harus saya akui secara jujur, jauh lebih cantik dari istri saya di rumah, berkeliaran di jalanan, bergaya sensual dan menggoda birahi, jadi jangan salahkan juga ajakan "Mari Berzina" itu yang timbul setiap kali melihatnya. Namun setiap saya pulang ke rumah kelewat larut malam, memandangi istri dan anak yang sudah tertidur pulas berpelukan, ada yang rontok dari hati ini dan luluh dari 'keinginan' itu. Saya masih laki-laki dan ingin melampiaskan hasrat itu. Tapi saya juga nggak mau menyakiti mereka, terutama anak saya tercinta. Saya tak mau melihat mereka kecewa secara psikologis melihat kelakuan yang tak hanya liar dalam pikiran tapi juga perbuatan. Untuk itulah hukum dibuat, menjaga manusia berjalan pada relnya.

Ah, malam makin larut dan saya memang harus pulang ke rumah, memeluk mereka lagi, setiap hari dan selamanya...


Luqman Hakim
22 Oktober 2008
Jam 2 Dini Hari


Kalo mau ngomentarin silahkan aja, tapi maaf ya, di kolom ini nggak akan dibalesin apa-apa.
Ini cuma tulisan kontemplatif. No heart feeling tentang foto dan kenyataan yang apa adanya.

Sunday, October 19, 2008

Membajak Ide Kreatif itu Biasa!

Maaf dengan judul yang provokatif, tapi ini kenyataan. Membajak ide orang itu hal yang biasa di dunia kreatif, apalagi di dunia umum yang tak banyak mengerti tentang etika kreativitas sebuah karya.

Ide adalah sesuatu hal yang dicetuskan untuk menyelesaikan sesuatu masalah tertentu. Ide kreatif adalah sesuatu yang baru yang bisa saja belum pernah dipikirkan oleh orang lain dan tentunya berguna untuk sesuatu masalah. Tak perlu bicara panjang lebar mengenai ide-ide partai politik sekarang 'menjerat' massa menghadapi Pemilu 2009, banyak cara dan banyak ragamnya, begitu juga dengan saya yang akhirnya memparodikannya jadi "Profil Partai Politik yang tak Lolos Pemilu 2009".

Ketika saya (iseng) membuatnya saat Lebaran dan di-upload di Multiply hari Senin, 6 September 2009 pas hari pertama masuk kerja, saya sangat mempertimbangkannya masak-masak. Apakah ini akan menjurus ke pelecehan dan penghinaan Partai Politik (Pasal 310 ayat 1 dan 2 KUHP) atau malah kejahatan terhadap keamanan negara (Pasal 110 ayat 1 KUHP) yang mengacu pada pemberontakan (Pasal 108 KUHP), saya sangat concern terhadap apapun yang saya buat agar tidak melanggar UU yang berlaku di Indonesia.

Lewat berbagai pertimbangan, "tulisan aneh" itu saya upload juga. Pro-Kontra terjadi, beberapa temen yang sangat hati-hati malah menasehati saya untuk mengikuti jalannya yang hati-hati, bahwa tindakan saya ini nanti bisa ditangkap aparat karena penghinaan. Saya hanya tersenyum dan malas untuk melanjutkan pembicaraan. Biar saja pro-kontra itu ada, toh saya bukan orang yang buta hukum dan (Insya Allah sampai saat ini) masih tau apa-apa yang saya lakukan tidak menyerempet ke arah pelanggaran hukum.

Baru beberapa hari, iseng-iseng saya browsing di internet, agak kaget juga, sama persis seperti ketika saya membuat Ucapan Selamat Berpuasa dari Miyabi a.k.a Maria Ozawa, juga Selamat Idul Fitrinya, karya-karya saya itu beredar di internet, dari milis ke milis, dari blog ke blog. Beberapa temen yang concern mengenai UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) memanas-manasi, saya yang bikin kok ya orang lain yang mengaku-ngaku bikinannya dan idenya, jangan mau terima, tuntut! Lagi-lagi saya tersenyum. Saya juga malas membahas sesuatu yang sudah sangat saya sadari hal apa yang akan terjadi.

Hak Cipta atas ide kreatif itu sangat luas. Saya memang sengaja membuat sesuatu yang mungkin bisa dibilang kreatif, tapi oleh sebagian orang malah dibilang gila atau kurang kerjaan, yang sifatnya non komersil. Ini memang disengaja. Saya tengah latihan untuk tetap meliarkan rasa, membuat sesuatu hal yang baru, belum pernah dipikirkan orang dan perkara nanti orang membajak ide itu ya silahkan.

No heart feeling buat saya.

Lah ini latihan buat saya kok!

Latihan apa?

Ya latihan untuk tetap kreatif, karena pada dasarnya kreatif itu sama seperti bernafas, setiap tarikan nafas itu adalah harus selalu berpikir kreatif, tentunya yang berguna untuk sesuatu masalah.

* * * * *

Kenapa saya bikin "Profil Partai Politik yang tak Lolos Pemilu 2009" yang akhirnya orang-orang memajangnya di-blog mereka, bahkan menuliskannya di milis tanpa menyebutkan sumber asli dan saya tak mau ambil pusing?
  • Parodi profil partai politik ini sebetulnya adalah menyikapi kepusingan masyarakat dari sisi multi partai yang tak ada satupun dari mereka yang serius memikirkan rakyat. Parpol banyak, tapi berlomba-lomba mereka menjanjikan, mengiming-imingi rakyat dengan berbagai kesejahteraan. Usai pemilu mereka lupa sama rakyat yang dijanji-janjikan, asyik di gedung parlemen, sibuk bayar hutang-hutang saat pinjam dana dari sana-sini untuk kampanye. Kasihan rakyat dibodohi. Saya parodikan dengan tak ada satupun yang menyebut nama parpol mereka. Ini parodi, murni parodi. Kalo ada yang meng-copy dan menyebarluaskannya saya malah seneng, syukur-syukur dibaca sama orang-orang parpol itu, kalo kesentil saya malah tambah seneng, berarti ketauan kan? He he he...
Kenapa saya bikin Ucapan Selamat Berpuasa dari Miyabi a.k.a Maria Ozawa, juga Selamat Idul Fitrinya lantas banyak yang meng-copy, bahkah yang tak mengerti HAKI malah menghapus nama pembuatnya dan mengganti dengan namanya?
  • Kartu ucapan Selamat Puasa ini juga sebetulnya bentuk mengingatkan akan kewajiban umat Islam berpuasa, tapi dari sisi yang lain. Di dalam konsep kreatif mengenal istilah exaggeration, yaitu melebih-lebihkan, lebay kalo bahasa anak sekarang. Tujuannya ini untuk memancing perhatian dan edukasi dari sisi yang berbeda. Bahasa gampangnya begini, "Ayo dong Puasa! Miyabi aja Puasa!" Entah apa efek dari kartu ucapan digital itu yang pasti memang beredar banyak di milis-milis dan di berbagai blog. Lucunya, kartu ucapan digital Selamat Puasanya malah tak saya upload di multiply karena cuma buat bercandaan ke email-email temen saya.
* * * * *

Di header depan multiply saya saja ditulis "Sarana Kegilaan yang Mengakut", segala hal dan karya saya yang tak diterima oleh dunia komersil masuk di multiply ini. Parahnya di dunia kreatif, setiap hari orang-orangnya 'dipaksa' untuk berpikir kreatif, menelurkan ide-ide baru dan unik. Sama persis seperti pelawak yang setiap hari 'dipaksa' untuk lucu, padahal bisa saja pelawak itu baru kena musibah, rumahnya kemalingan, atau sanak-kerabatnya meninggal, dlsbg.

Menyatir judul lagu Serieus, "Rocker Juga Manusia", orang kreatif juga manusia, pelawak juga manusia, setiap manusia ya memang manusia. Punya rasa, punya hati. Pengen bertemen, pengen berbagi...

Mengenai judul di atas biarlah. Itu jadi kajian kita semua saja, apakah biasa dengan hal tersebut atau mau memegang kode etiknya. Membajak, mencontek, menyadur, terinspirasi itu arti yang berbeda-beda, tapi kepanjangan kalo ditulis di tulisan ini.

Kalo buat saya, silahkan ambil semua isi multiply saya ini bilamana berguna, tak ada apa-apanya, no heart feeling dan malah seneng kalo bisa berguna buat temen-temen semua, minimal buat bikin awet muda, ngendorin urat tegang di kepala, kalo 'kepala yang bawah' sih emang udah harusnya tegang bilamana diperlukan ya? Ha ha ha... Hush! Saru!

Salam damai, salam sahabat buat semua...

Thursday, October 16, 2008

Flash Gordon dan Semua Tentangnya



Berawal dari komik strip Alex Raymond, yang diterbitkan secara mingguan di koran harian AS, pertama kalinya pada tanggal 4 Januari 1934. Kisah fiksi ilmiah tentang Flash Gordon, pemuda tampan lulusan Yale University yang menjalani berbagai macam cerita bersama Dale Arden, perempuan cantik yang berawal dari satu penerbangan di pesawat terbang yang sama. Pesawat crash landing, jatuh di tempat penelitian Dr. Hans Zarkov, ilmuan eksentrik yang percaya bahwa bumi tengah diancam oleh kekuatan luar yang dahsyat. Petualangan di mulai dan bertemu Kaisar Ming dari kerajaan Mongol, penguasa antariksa yang jahat. Berbagai kejadian terjadi dan singkatnya mereka berhasil menyelamatkan bumi.

Alex Raymond menciptakan komik ini sejalan dengan genre yang berlaku di jamannya seperti Joe Shuster yang menciptakan Superman, Bob Kane yang melahirkan Batman dan beragam komik-komik superhero lainnya pasca Perang Dunia I. Tokoh antagonis dan protagonis jelas-jelas dibedakan, dari melihat karakter tokoh komiknya saja sudah kelihatan bahwa Flash Gordon yang ganteng dan Dale Arden yang cantik adalah tokoh baik. Kaisar Ming yang botak, berkumis melintir seperti karakter orang Mongol di Asia Timur adalah tokoh jahat. Sangat bisa dimaklumi, para seniman yang muak dengan Perang Dunia I (1914-1918) mencoba menciptakan karya-karya ideal yang bertema perdamaian. Banyak komikus yang juga mengangkat tema-tema khayalan berbumbu perdamaian dalam karya-karyanya, sama seperti Alex Raymond dengan Flash Gordon-nya.


Kepopuleran kisah kepahlawanan super membuat produser film ingin mengangkatnya jadi sebuah tayangan yang menarik. Di tahun 1936 Lewat King Features Syndicates yang mendapat hak cipta komik dari Alex Raymond, membuatnya jadi film seri dengan 13 episode. Bisa ditebak, orang-orang di jaman itu yang haus hiburan jadi terperangah dengan tayangan ini, meski bila dibandingkan di jaman sekarang kita bisa tertawa-tawa menyaksikan efek-efek film yang sekarang bisa dibuat dari peralatan manual dan seadanya tanpa bantuan CGI (Computer Graphic Image). King Features Syndicates akhirnya memanjangkan serial itu menjadi 3 bagian film seri, sama seperti ibu-ibu dan remaja putri di Indonesia yang jatuh cinta dengan sinetron "Tersanjung" di salah satu televisi swasta hingga dibuat sampai "Tersanjung 6".

Waktu berlalu, Perang Dunia II (1939-1945) pecah, meski sudah banyak seniman yang menyentil para pemimpinnya dengan karya-karya perdamaian. Perjanjian perdamaian Versailes yang ditandatangani bersama tanggal 28 Juni 1919 dikesampingkan, perang lebih menyenangkan ketimbang berdamai. Produksi film macet, sentra ekonomi terpusat ke pembiayaan perang. Dari itu juga, pembuatan film seri Flash Gordon terhenti tahun 1940.

Ketika Perang Dunia II usai, negara-negara peserta perang membenahi negaranya pasca konflik dunia. Beberapa tahun kemudian Flash Gordon diangkat lagi menjadi film seri tahun 1954-1955 dengan 39 episode. Tahun-tahun berlalu, sisi lain dibalik idealisme Alex Raymond menyebarkan tema damai lewai Flash Gordon membuat produser-produser film mencium harum sisi komersialismenya. Akhirnya beberapa kali pula Flash Gordon diangkat ke film hingga menjadi film layar lebar juga animasi.

Movie Poster Flash Gordon

Berikut catatan sejarah tentang perjalanan karya Flash Gordon:

KOMIK
  • Komik strip di koran harian AS karya Alex Raymond (1936-1940)
  • Komik terbitan David McKay, Publications King Comics (1941-1948)
  • Komik terbitan Dell Comics, Four Color Comics (1945-1953)
  • Komik terbitan Harvey Comics, episode 1-5 (1950)
  • Komik terbitan Gold Key Comics, episode 1 (1965)
  • Komik terbitan King Comics, episode 1-11 (1966-1967)
  • Komik terbitan Charlton Comics, episode 12-18 (1969-1970)
  • Komik terbitan Gold Key Comics, episode 19-27 (1978-1979)
  • Komik terbitan Whitman Comics episode 28-37 (1980)
  • Komik terbitan DC Comics, dekonstuksi karakter menjadi lebih heroik (1988)
  • Komik terbitan Marvel Comics, mengembalikan karakter asli seperti yang diciptakan Alex Raymond (1995)
  • Komik terbitan Ardden Entertainment, karakter tetap asli namun dibuat lebih dramatik (Agustus 2008)
FILM
  • Flash Gordon, film seri, diproduksi King Features Syndicates (1936)
  • Flash Gordon's Trip to Mars, film seri, diproduksi King Features Syndicates (1938)
  • Flash Gordon Conquers the Universe, film seri, diproduksi King Features Syndicates (1940)
  • Flash Gordon, film seri, diproduksi di Berlin Timur, Jerman (1954-1955)
  • The New Adventures of Flash Gordon, film seri, ditayangkan di NBC (1979-1980)
  • Flash Gordon, film layar lebar, diproduksi Universal di bawah lisensi King Features Syndicates (1980)
  • Flash Gordon The Greatest Adventure of All, film animasi (1982)
  • Defender of the Earth, film animasi (1986)
  • Flash Gordon, film animasi, produksi Hearst Entertainment (1996)
  • Flash Gordon, film seri, diputar di The Sci Fi TV Channel (2007-2008)
SANDIWARA RADIO
  • The Amazing Interplanetary Adventures of Flash Gordon (1935-1936)
MAJALAH
  • Flash Gordon Strange Adventure Magazine (1936)
NOVEL
  • Flash Gordon in the Caverns of Mongo, terbitan Grosset & Dunlap (1936)
  • The Lion Man of Mongo, terbitan Avon books (1973)
  • The Plague of Sound, terbitan Avon books (1973)
  • The Space Circus, terbitan Avon books (1973)
  • The Time Trap of Ming XIII, terbitan Avon books (1973)
  • The Witch Queen of Mongo, terbitan Avon books (1973)
  • The War of Cybernauts, terbitan Avon books (1973)
PARODI DAN BENTUK LAIN
  • Ape and Essence, novel terbitan Aldous Huxley, menggambarkan karakter split personality Flash Gordon (1948)
  • Flesh Gordon, film porno (1978)
  • Flesh Gordon meets the Cosmic Cheerleaders, film porno (1989)
  • The Adventure of Trash Gordon, tayangan boneka Sesame Street (2004)
  • The Darkness, video game yang mengangkat film seri Flash Gordon tahun 1954-1955 (2007)


NOTE:
Gw punya film Flash Gordon tahun 1936 (lengkap), 1980 sama 2007-2008 (lengkap), ada yang mau? He he he...
Komiknya masih diburu, kalo ada yang punya jamannya Alex Raymond gue beli deh (kalo bisa sih barter aja), yang terbitan DC Comics sama Marvel mah banyak yang jual. Buat koleksi gw nih...

Friday, October 10, 2008

Bandel Sajalah Sana! Tapi...


Berawal dari email temen, isinya foto perempuan-perempuan yang beberapa di antaranya (relatif) cantik dari sudut pandang tertentu. Email dengan attachment tanpa informasi, langsung gw bales gokil, "berapa tarifnya?" Gue bilang begitu soalnya yakin banget ini pasti foto luar dan bukan orang Indonesia, karakter wajah-wajahnya memang lebih ke arah oriental.

Tapi begitu temen gue bilang dan menjamin kalo ini foto asli orang Indonesia, foto para terapis di salah satu pusat kebugaran di Jakarta (entah sapa yang motret, temen gue nggak cerita), mata gue jadi terbelalak lebar, otak membinal, nafsu meliar, meracau edan dan mengkhayal yang bukan-bukan.

Gue jadi cerewet nanya segala informasi. Lokasinya di mana, berapa tarifnya untuk kebugaran, fasilitas apa aja yang didapat dan value added lainnya. Temen gue yang sering ke sana tertawa, menginformasikan sejelas-jelasnya, bahkan menjabarkan dengan jelas segala value added yang didapat bila pandai men-serve-nya, terutama dengan uang.

* * * * *

Beberapa temen kompakan weekend ini berkunjung ke sana, melepas penat seminggu penuh pasca lebaran dan masuk kantor. Gue diajak tapi masih mikir, meski ada salah satu perempuan di foto itu yang bikin gue juga jadi berpikir macam-macam. Temen-temen ketawa, gue dibilang pengecut, 'omdo' (omong doang) dan segala macam ledekan lainnya. Gue cuma bisa cengar-cengir, itu hal yang paling mudah dilakukan bila dalam kondisi tersudut.

Dalam cengar-cengir itu, tiba-tiba ada telpon dari rumah, istri yang nanyain kabar gue sekarang padahal tadi pagi sebelum berangkat kantor juga udah ketemu. Anak yang nanya-tanya kerja apa gue di kantor dan minta cepat pulang, kangen katanya.

Telpon ditutup. Gue makin tambah mikir. Bener-bener mikir sedalam-dalamnya. Otak gue jadi tergambar jelas beberapa kejadian yang sempet bikin gue mikir tentang 'badan berisi darah dan daging yang dibungkus kulit' ini. Manusia memang tercipta begitu, asalnya dari tanah, tapi mengingat kejadian meninggalnya nenek kandung dan bapak mertua gue bener-bener bikin jadi diam.

Saat mereka meninggal, gue turun ke liang lahat, membopong mayat yang dibungkus kain kafan itu dibaringkan di tanah dan menghadap kiblat. Bagian kain kafan yang menutupi wajah memucat tanpa darah itu dibuka, ditempelkan ke dinding tanah, dibaringkan baik-baik. Setelah itu gue naik ke atas, menimbunnya dengan tanah.

Tak ada tangis, tak ada air mata yang tumpah, sama persis waktu gue kehilangan anak kembar gue (klik di sini ceritanya), nggak ada air setetespun air mata yang tumpah. Cuma mikir, kontemplasi dan makin terdiam dalam...

* * * * *

Ramadhan kemaren, lewat Subhan, Ketua Rohani Islam di kantor gue dengan beberapa temen (yang pasti nggak termasuk gue) memang menghidupkan Ramadhan dengan membentuk segala macam kajian-kajian Islam, mengajak amar ma'ruf nahi munkar bersama. Gue termasuk yang mbeling, dari dulu nggak pernah mau diatur dan nggak mau mengatur.

Ikut pengajian ya cuma tergantung mood. Kalo lagi mood ya ikut ngaji, kalo nggak mood, ya paling istirahat, tidur siang. Peduli amat jam kerja gue tidur, paling nggak semua kerjaan udah gue manage penyelesaiannya tepat waktu. Untungnya, di kantor gue nemu satu lokasi tempat tidur siang yang aman dan nggak diketahui orang sekantor, he he he. Tempat itu memang sangat gue rahasiakan, takut kalo temen lain tau, lokasi tidur gue itu malah dipake tidur orang lain.

Tapi saat gue ikut ngaji di kantor, ada salah satu materi kajian yang juga bikin gue mikir. Si Ustadz nyentil pola pemikiran jama'ahnya dengan pernyataan;
  • Kita semua asyik bekerja mencari nafkah dalam konteks kerja adalah ibadah. Itu betul.
  • Kita semua juga asyik membina ekonomi keluarga dalam rangka keutuhan rumah tangga agar selalu dalam keadaan berkecukupan. Itu juga betul.
  • Kita semua juga menginginkan anak kita mendapatkan pendidikannya yang terbaik, menyekolahkan di sekolah dengan harapan biar pinter dan jadi kebanggaan orang tua. Itu nggak bisa dipungkiri, semua orang menginginkannya dan sangat betul.
  • Kita semua berusaha keras menabung agar di hari tua nanti kita nggak kekurangan, nggak jadi orang yang terlunta-lunta dan jadi tanggungan pemerintah lalu masuk panti jompo. Ini apalagi, siapa juga yang mau tuanya jadi beban dan pastinya keinginan begini memang betul.
  • Tapi... Apa pernah berpikir untuk mencari akhirat? Kenapa segala yang diinginkan itu semua serba dunia?
Degh... Omongan ini makin tambah menyentil. Si Ustadz yang memang humoris ini dengan lucunya menyampaikan lelucon-leucon segar yang bikin tertawa jama'ahnya. Tapi anehnya gue nggak bisa tertawa, gue makin bikin gue tertunduk, pernyataan ustadz yang bilang bahwa titik tolak manusia ada di usia 40-an itu yang bikin gue mikir.

Life begins at fourty...

Itu pepatah yang sering diomongin dan sepertinya nggak pernah basi. Di usia itu manusia bisa jadi tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Entah jadi yang bagaimana, jadi yang membaik atau memburuk, atau tetap seperti ini-ini saja.

Jadi ingat saat kumpul-kumpul lagi sama temen SMA, beberapa temen yang dulunya paling bandel, tukang berantem, tukang mabok, sekarang malah jadi orang yang paling agamis dan paling sabar. Temen perempuan yang dulunya juga paling centil, tukang pacaran, tukang matahin hati laki-laki, sekarang malah berjilbab rapat dan paling baik di antara kita. Mereka jadi orang-orang yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, selalu membawakan hawa segar udara ukhuwah dan persaudaraan.

Omongan ustadz itu memang bikin gue mikir. Di usia yang sudah masuk tigapuluhan belom punya tabungan apa-apa, dalam hal ini akhirat, malah nggak pernah kepikiran akan hal itu. Gue juga makin mikir, apa yang terjadi kalo satu saat nanti gue dimasukin ke lubang di tanah yang gelap, diuruk, trus ditinggal sendiri di sana sedang orang-orang yang deket sama gue pulang ke rumahnya masing-masing.

Kayaknya, diam dan berkontemplasi itu memang jalannya...

Diingatkan itu yang jadi esensinya...

Saling berbagi dalam kebaikan itu inginnya...

Terus selalu mendoakan dalam kebaikan itu inti dari segalanya...

Ah... Kok ya gue jadi pengen sendirian aja weekend ini...


Kalo mau ngomentarin silahkan aja, tapi maaf ya, di kolom ini gue nggak akan ngebalesin apa-apa.
Ini cuma tulisan kontemplatif. No heart feeling tentang foto dan kenyataan yang apa adanya.