Monday, July 9, 2007

Gladiator dan Karir Politik Kaisar Romawi


Gladiator bukan cuma tontonan di kalangan bangsa Romawi kuno, namun juga dapat menjadi jenjang karir. Ini dibuktikan oleh Commodus Lucius Aelius Aurelius (161-192 Masehi).

Bermula dari seorang gladiator, ia merintis karir dan sukses menjadi kaisar Romawi. Riwayat karirnya meliputi 1.031 pertandingan. Setelah menjadi kaisar pun ia masih tetap bertarung di arena.

Karir politik dan olahraganya berakhir sekaligus, ketika dalam suatu pertandingan seorang gladiator yang bernama Narcissus mencekiknya hingga tewas.




Ucapan yang Mempengaruhi Sejarah

Berhati-hatilah dengan apa yang diucapkan karena mungkin dapat mempengaruhi sejarah!

Tanggal 20 Juli 1969, komandan Apollo 11 Lunar Module, Neil Armstrong dikenal sebagai manusia pertama yang menjejakkan kakinya di Bulan. Kata-kata pertamanya setelah menjejakkan kakinya tersebut adalah;

"That's one small step for man, one giant leap for mankind"

Kata-kata tersebut disiarkan dan didengarkan oleh jutaan pemirsa TV di seluruh bumi. Tetapi persis sebelum dia kembali mendarat di bumi, dia membuat sapaan yang cukup menggelitik;

"Good Luck Mr. Gorsky."

Pada saat itu, orang-orang di NASA berpikir itu hanyalah semacam sindiran halus untuk menunjuk rival mereka yaitu kosmonot -kosmonot Soviet. Namun setelah dicek tidak ada nama Gorsky di badan Antariksa Amerika maupun Soviet. Bertahun-tahun setelah itu ternyata masih banyak masyarakat yang penasaran & mempertanyakan arti kata Armstrong "Good luck Mr. Gorsky".

Setiap kali ditanyakan, Armstrong hanya tersenyum penuh arti.

Pada tanggal 5 Juli 1995 di Tampa Bay, Florida, pada acara wawancara pers seusai pidato, seorang reporter kembali mengajukan pertanyaan yang sudah berusia 26 tahun itu kepada Armstrong. Saat itulah, pada akhirnya Armstrong merespon pertanyaan itu. Dikarenakan Mr. Gorsky telah wafat sehingga Armstrong merasa tidak apa-apa jika dia menjawab pertanyaan itu.

Cerita bermula di tahun 1938 ketika Armstrong masih kanak-kanak, ia sedang bermain bola dengan tetangganya di kebun belakang rumah. Suatu ketika, temannya menendang bola terlalu keras sehingga bola itu mendarat dihalaman sebuah rumah yang tidak jauh dari situ, dan berada persis dibawah jendela kamar tidur. Sang empunya rumah adalah Mr & Mrs Gorsky.

Ketika Armstrong kecil sedang merunduk mengambil bola tersebut. Dia mendengar teriakan Mrs. Gorsky sedang marah ke Mr. Gorsky. Dan bentakan itu yang membuat Armstrong kecil tidak bisa melupakannya seumur hidup.

"Sex! You want sex?! You'll get sex when the kid next door walks on the moon!"

Percaya atau tidak, itulah adanya!

Sunday, July 8, 2007

Bunga Untukmu, Tiap Kali... (Versi Istri)


Tentang perempuan... Entah dapet dari mana tulisan ini. Ada di-stok tulisan lama yang gw kumpulin. Tulisan yang bagus banget. Baca aja...

Aku mendapat bunga hari ini...

Hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga. 

Aku mendapat bunga hari ini...

Hari ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini...

Hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras  dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini...

Hari ini adalah hari istimewa, ini hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini...

Anonymous


Thursday, July 5, 2007

Serangan Jantung, Angin Duduk & Meninggal Dunia

Sabtu, 30 Juni 2007
Jam 3 pagi...

Pulang dari kantor baru sampe rumah. Ambil wudhu buat Sholat Isya, berencana tidur sekitar jam 3:30 pagi buta setelah Sholat Isya... Tapi tiba-tiba tepon bunyi, berdering tak mau berhenti. Campur semua rasa mendengarnya. Bingung, kesel plus mangkel, siapa pula yang pagi-pagi buta begini telepon! Ah, paling berita keluarga mendadak, pikirku. Telpon diangkat bapak mertua, entah apa yang dibicarakan, yang pasti kulanjutkan lagi tidurku yang sudah sangat kurang dari 8 jam sehari dari hari ke hari itu...


Menjelang Shubuh...

Tengah berusaha keras buat tertidur, terbangun oleh teriakan tetangga beberapa blok... Kupikir rumah tangga tetangga yang sedang berkelahi sebagaimana berkali-kalinya sering kudengar suara seperti itu di lingkungan rumah di petak-petak Perumnas di Depok... Ternyata bukan teriakan berkelahinya tetangga suami dan istri. Ada satu rumah keluarga kecil yang mana suami dan istrinya seumuranku, sang istrinya menangis keras membangunkan suaminya yang masih saja tertidur lelap tanpa bergeming sehabis menonton pertandingan bola yang aku pun tak tau pertandingan sepak bola apa melawan apa... Suaminya dibangunkan tak bangun-bangun. Keluarku dari rumah, melihat apa gerangan...

Di luar rumah beberapa tetangga sudah berkerumun di rumah keluarga itu. Ada yang berkerumun di depan, ada yang berkerumun di dalam. Bertanyaku ke salah satu tetangga, "Ada apa Pak Anwar?"

"Itu, abis nonton bola nggak bangun-bangun. Badannya diem aja dibangunin istrinya..."

"Jadi..." Kataku sambil terputus omongan karena tak bisa melanjutkan.

"Iya, mungkin sudah meninggal dunia. Tapi kok ya tiba-tiba. Tadi sore masih ngobrol-ngobrol kok di sini." Jawabnya...

Istrinya menangis sesunggukan di hadapan suaminya yang tertidur di kasur bawah. Ada tetanggaku yang dokter yang memeriksanya pun mengatakan, denyut nadinya sudah tak ada. Namun istrinya masih bersikeras kalo badannya masih hangat. Menolak sambil menangis bila dikatakan suaminya telah meninggal. Sampai ada inisiatif dari salah satu tetangga memanggil dokter 24 jam dari DMC (Depok Medical Center) dan dibawanya ke rumah itu. Dokter datang, dan mengatakan hal yang sama. Telah meninggal dunia...

Inna lillahi Wa inna ilaihi Roji'un...

Anak pertamanya perempuan, yang duduk di bangku kelas 6 SD menangis saat mendapat kabar itu. Istrinya pingsan. Anak keduanya laki-laki, seumuran anakku sekitar 5 tahunan, hanya terbengong-bengong bingung, tak mengerti apa yang terjadi dengan bapaknya.


Mendekati Shubuh...

Para tetangga berinisiatif ke Masjid. Membawa segala peralatan. Dari tempat tidur jenazah, keranda jenazah, tempat memandikan jenazah, selang, sampe bak plastik besar untuk memandikan jenazah... Sampai di rumahnya, 'ku ikut mengangkat mayatnya itu ke tempat tidur jenazah yang diambil dari Masjid. Jenazahnya masih memakai kaos dan sarung. Mukanya pucat membiru. Kupegang kakinya, sudah mulai mendingin dan tak ada kehangatan sebagaimana manusia umumnya. Selesai itu semua, aku keluar dari rumah itu. Masih melihat istrinya berpelukan dengan anak pertamanya dan anak keduanya masih terbingung-bingung melihat ibu dan kakaknya berpelukan sambil menangis...


Shubuh...

Adzan shubuh berkumandang. Aku yang masih pusing karena belum sempat tidur, langsung pulang ke rumah, mengambil sarung dan mengganti pakaian sholat, langsung ke masjid. Selesai Sholat Shubuh, Imam Masjid memberitahukan lewat pengeras suara bahwa ada yang meninggal dunia dari warga RT 007, yaitu tetanggaku itu...

Aku sudah tak bisa lagi menahan kantuk, langsung pulang ke rumah untuk tidur. Sambil mewanti-wanti ke istri kalau-kalau ada dari pihak keluarga yang sedang berduka yang minta bantuan ke warga dan sekiranya bisa kubantu, bangunkan aku. Ketika keluarga-keluarganya mulai berdatangan satu-persatu, 'ku berpikir, ini sudah urusan keluarga, tetangga hanya membantu awal-awal saat keluarga belum datang. Pun bila membantu apabila memang diperlukan.

Anakku yang juga sudah bangun dari jam 4 pagi itu bingung, "Ada apa sih Ayah? Papanya Arkam meninggal ya? Meninggal itu apa?"

Istriku menjelaskan, "Meninggal itu hilangnya nyawa dari badan Nak. Di dalam badan kita itu ada nyawa yang membuat kita hidup. Ketika lepas dari badan, itu yang disebut meninggal dunia."

"Lalu, nyawa itu apa ibu?" Tanyanya lagi.

"Nyawa itu yang bikin kita hidup..." jawab istriku singkat.

Anakku mengangguk-angguk. Entah mengerti atau tidak, tapi yang pasti kami sudah berkomitmen, untuk selalu menjelaskan apapun yang ditanya anak tanpa menganggapnya sebagai anak kecil dan menyembunyikan jawaban atas pertanyaannya. Selesai itu, aku pun tidur...


Jam 10 pagi...

Bangun dengan kepala masih pusing karena memang sangat-sangat kurang tidur. Keluar rumah, melihat rumah duka sudah dipasang tenda, sudah dikerumuni oleh sanak saudara serta kerabat mereka. Bergegas mandi karena harus ke kantor lagi untuk mengerjakan pekerjaan yang memang belum selesai.


Jam 10:30 pagi...

Berangkat ke kantor. Tetangga yang tengah berduka itu masih penuh dengan lawatan orang, keluarga dan kerabatnya. Agak menyesal tak bisa ikut mengantar sampai tempat pemakaman karena ke kantor hari itu tak bisa ditunda demi selesainya kerjaan.

Di kantor, ku berkerja sampai keesokan harinya dan baru bisa pulang Minggu Pagi jam 8. Di kantor saat bekerja, ku sempatkan mencari keterangan mengenai istilah angin duduk yang diomong-omongkan para tetangga saat tetanggaku itu meninggal. Dalam keadaan sehat, bisa saja nyawa terlepas dari badan. Apa ada gerangan dengan istilah angin duduk itu?

Berikut, sepetik tulisan mengenai angin duduk yang didapat dari internet...


Angin Duduk = Sindroma Serangan Jantung Koroner Akut

Angin Duduk, dalam bahasa kedokteran itu adalah Sindroma Serangan Jantung Koroner Akut (SSKJA). Hanya dalam waktu 15 menit sampai 30 menit setelah serangan pertama, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal. Padahal, orang yang sebelumnya terlihat sehat-sehat saja bisa meninggal bila terkena penyakit ini.

Tanda-tanda terkena penyakit SSKJA itu seperti masuk angin berat, merasa nyeri di dada dan badan merasa sangat tidak enak. Apabila terkena tanda-tanda itu, sangat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas fisik apalagi berhubungan seksual. Tenangkan diri dan pikiran. Apabila merasakan tanda-tanda itu, tidak boleh lebih dari 15 menit, segera pergi ke Rumah Sakit menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung.

Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti
  • Rasa ditekan
  • Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
  • Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
  • Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, serta punggung.
  • Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.
Sumber Penyakitnya:
Terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (
vasokonstriksi). Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
  1. Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
  2. Sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
  3. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang yang terus menerus.
  4. Infeksi pada pembuluh darah.
Penyempitan itu, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang  masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan  oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.

Bedakan antara keluhan nyeri pada
Sindroma Serangan Jantung Koroner Akut  alias Angin Duduk dengan Serangan Jantung Koroner:

Pada Serangan Jantung Koroner (SJK) alias Infark Miokard:
Angina
terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan.

Pada Sindroma Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA) alias Angin Duduk:
Angina
terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.

Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan atau obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supplai oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antago nis.

Sangat disarankan, bagi penderita yang sudah tahu  bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).

Saturday, June 23, 2007

Efisiensi = Produktivitas (?) Bagaimana Pembelajarannya?

Thomas J. Watson, pendiri IBM (1924), suatu waktu mengetahui ada kesalahan besar yang dilakukan oleh salah seorang karyawan yang membuat IBM merugi jutaan dolar. Watson pun memanggil karyawan tersebut ke ruangannya.

Karyawan yang dipanggil oleh Watson merasa bahwa ia telah membuat kesalahan yang akan membuat CEO-nya marah besar. Sebelum Watson memarahinya terlebih dahulu ia memulai pembicaraan,

"Saya mengakui bahwa saya memang telah membuat kesalahan besar hingga membuat IBM rugi jutaan dolar. Saya pun sudah siap atas segala resiko dan konsekuensi yang akan dikenakan pada saya. Tapi paling tidak saya bisa belajar dari kegagalan ini untuk tidak melakukannya lagi di lain waktu."

Di luar dugaan Watson malah berkata,
"Sebelumnya saya sempat berpikir keras atas kerugian IBM akibat ulah anda. Tapi tahukah anda? Di balik itu semua saya menyadari bahwa IBM telah mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik anda..."

Pertanyaannya, adakah perusahaan yang bisa "mendidik" karyawannya dengan cara se-extreme ini?

Sunday, April 22, 2007

Mengenal Tuhan


Saat Tuhan masih duduk di bangku Sekolah Dasar di surga sana, Tuhan pernah memiliki gagasan untuk menciptakan dunia bersama teman sekolahnya, Iblis yang berbakat.
(Gunter Grass; "Katz und Maus", 1961).

Selang beberapa tahun, Nietzche membunuh Tuhan yang masih kanak-kanak tadi dan mengumumkan ke seluruh dunia bahwa, "Tuhan sudah Mati!"
(Friedrich William Nietzche 1844-1900).

Tak lama sesudah itu, Nietzche pun wafat dan di sampul depan sebuah jurnal filsafat tertulis, "Nietzche sudah mati!" tertanda, Tuhan.

Dalam pengembaraan alam pikiran, ada intisari fundamental yang ditujukan pada diri manusia yaitu bertanya. Saat belajar mengenal Tuhan, hanya ada dua konsekuensi yang dikenalkan; surga dan neraka, pahala dan dosa, baik dan buruk serta anonim dan antonim lainnya. Pengenalan tatanan itu hanya bentuk dari ancaman, reward dan punishment yang diberlakukan, sebagaimana majikan terhadap buruh dan peniadaan kontemplasi. Namun perjalanan mengenal Tuhan tidak akan pernah berhenti pada titik itu, hingga Gunter Grass dan Nietzche lebih memilih untuk menantang, mengolok-olok, bahkan membunuh Tuhan.

Pengembaraan terus berlanjut dan perjalanan mengenal Tuhan akan terus berlangsung dalam sejarah peradaban manusia. Namun tetap tak pernah ada kata yang bisa mewakili jawaban itu, meskipun muncul dari orang yang pintar merangkai kata dan pandai menyusun syair.
(Faridu'd-Din Attar 1142–1220).

Jawaban itu bukan rangkaian kata yang tersusun rapi. Ia diam seperti diamnya puncak gunung menunggu untuk didaki. Ia tersembunyi seperti tersembunyinya mutiara dalam kerang di dasar lautan. Ia menghangatkan seperti matahari yang tak bisa ditatap dengan mata nanar. Ia menyejukkan jiwa seperti udara pagi di pegunungan.

Jawaban itu ada di sini, di dalam hati...

Seperti jawaban Rabi’ah Al Adawiyah;

Ya Tuhanku...
Jika aku menyembah-Mu karena takut Neraka-Mu,
        Maka bakarlah aku di dalamnya.
Jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu,
        Maka haramkan tempat itu bagiku.
Tapi jika aku menyembah-Mu karena mengharap cinta-Mu,
        Jangan Kau enggan palingkan wajah-Mu dariku


Thursday, April 12, 2007

Edward Munch - Seniman yang Besar dengan Ketidakwarasan

Psikosis dan ketidakwarasan merupakan
malaikat-malaikat hitam yang menjaga buaianku
Edward Munch (1863–1944)
 

Edward Munch
Edward Munch, lahir 12 Desember 1863 di Loton, Norwegia. Seniman besar asal Norwegia ini dilahirkan dari ayah yang bernama Christian Munch, dokter Angkatan Darat Norwegia dan ibu yang bernama Laura Chaterine. Di dalam keluarga Edward adalah anak kedua dari 5 bersaudara.

Di usia 5 tahun Edward menunggui ibunya yang terkena sakit TBC. Tak beberapa lama kemudian tahun 1868 ibunya meninggal karena pendarahan yang hebat. Tak hanya itu, Edward banyak mengalami goncangan batin akibat ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya. Setelah ibunya meninggal, Sophie, saudara perempuannya juga meninggal karena sakit TBC di awal tahun 1800-an.

Sepeninggal ibunya, Edward dibesarkan oleh ayahnya dengan didikan yang keras. Edward berjuang mengatasi psikosis dengan melukis angan-angan akan siksaan masa lalunya.

Corak schizophrenia yang khas pada karya seninya terlihat jelas pada penggunaan garis lurus atau berombak yang sejajar di sekeliling tokoh pokok, dan kerap kali sang tokoh digambarkan terdistorsi. Garis tersebut mengungkapkan ketakutan akan dunia yang memusuhinya.

Dalam ukiran kayu, Edward seringkali menonjolkan urat kayu untuk maksud pengungkapan akan dunia yang memusuhi dirinya. Pemanfaatan urat kayu ini juga yang menjadi pembaharuan teknik abadi dalam seni grafis (cetak-mencetak) Sejak usia 45 tahun Edward menderita psikosis.

Selama sisa hidupnya ia menggantikan dunia nyata dengan dunia lukisannya. Edward menjadi pertapa, mengelilingi diri dengan kanvas, dan jarang mau menjual lukisan-lukisannya. Karya seninya ia anggap sebagai anak-anaknya. Apabila ia tidak puas dengan lukisannya, ia mencambuki lukisannya dengan menggemakan ayah yang memarahi anaknya.

Salah satu lukisannya yang terkenal adalah "The Scream", lukisan yang menggambarkan ketakutan murni. Dalam lukisan ini Edward menampakkan ciri-ciri lukisan ekspresionisme.

Ia melukis "The Scream" setelah mengamati matahari terbenam yang mega-meganya bagi Edward menyerupai 'darah beku'. 

Melukis dalam keadaan tak sadar seperti ekstase dalam awang-awang, menggambarkan suatu keadaan ketakutan yang mendalam dan terisolasi akan perdarahan ibunya yang menyebabkan kematian.

"The Scream" dilukis tahun 1893 menggunakan waxed crayon dan tempera di atas kertas. Lukisan ini tersimpan di Galeri Nasional Oslo, Norwegia. Lukisan ini pula yang sering menjadi icon film-film horor saat ini.